Kamis, 13 September 2012

modul X TKJ Menginstal PC



BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN










Menginstalasi PC

PERISTILAHAN/GLOSSARY
BIOS : Basic Input Output system . Software yang dipasang pada chip komputer untuk mengatur operasi dasar seperti layar, harddisk, memory, VGA, dll. Bagian dari sistem operasi yang bisa mengidentifikasi set program yang digunakan untuk mem-boot komputer, sebelum menempatkan disket sistem. BIOS terdapat di ROM (Read Only Memory) dari sistem dan umumnya tersimpan secara permanen. Program yang digunakan mikroprosesor untuk menyalakan komputer. BIOS juga mengatur aliran data antara sistem operasi komputer dan perangkat tambahan yang terhubung pada komputer.
Bus : Saluran yang terdiri dari sekumpulan jalur yang sejenis.Sekumpulan kabel yang merupakan alat transportasi informasi ke semua peralatan dalam sistem. Informasi tersebut dapat berupa data, perintah atau alamat.
Cache Memory:Memori berkecepatan tinggi yang mampu bekerjasama dengan CPU, bertindak sebagai buffer antara CPU dan memori utama yang lamban.
Casing : Casing. Kotak tempat mesin komputer (motherboard dan pendukungnya, power supply, disk drive, hardisk, CD ROM drive). Wadah atau tempat melindungi motherboard, control board, power supply disk drive dan komponen-kompenen lainnya. Sebuah case komputer sebenarnya tak lebih dari rangka dari sebuah komputer. Case ini adalah tempat komponen-komponen yang membentuk sebuah sistem komputer terletak, juga untuk meletakkan alat pendingin (cooling fan), dan juga meng-ground listrik yang terdapat pada komponen-komponen yang ada melalui rangka yang terbuat dari besi. Case yang besar dengan tempat ekspansi yang banyak lebih disukai, dengan adanya ruang ekspansi yang banyak anda dapat menambahkan perangkat-perangkat lain dengan mudah. Contoh perangkat-perangkat yang dapat ditambahkan ini misalnya drive DVD, CD writer, dan lain-lain. Saat ini case dengan bentuk tower biasanya lebih disukai daripada case dengan bentuk desktop karena memiliki tempat yang lebih luas untuk ekspansi, dan juga dapat memiliki kemampuan pendinginan yang lebih baik. Sebuah case bisa berupa AT atau ATX, dimana perbedaannya terletak pada posisi motherboard nantinya, demikian pula power supply yang datang bersama case tersebut. Case komputer biasanyadatang bersama-sama dengan power supply, walaupun kadang-kadang disarankan agar anda membeli power supply terpisah sehingga bisa mendapatkan kedua barang tersebut dengan kualitas yang sama-sama tinggi.
CD ROM Drive :Alat pemutar CD ROM. Suatu drive untuk merekam atau memainkan Compact Disk, yang sering dijumpai adalah CD-ROM (CD Read Only Memory) MO (Magneto-Optical) dan WORM (Write Once Read Many).
CGA : Color Graphics Adaptor. Salah satu tipe monitor, yaitu standar Ibm untuk kualitas monitor resolusi rendah, dalam mode grafik hanya dapat menampilkan 4 warna.
Clock : Jam/pewaktu. Rangkaian pembangkit frekuensi. Sumber utama dari pulsa elektronik komputer. Clock digunakan untuk menyamakan operasi semua elemen komputer.

CMOS : Compelementary Metal Oxide Semiconductor. RAM kecil berukuran 64 byte yang menyimpan setting BIOS saat komputer sedang dimatikan. CMOS merupakan perluasan dari teknologi MOS yang menghasilkan IC dengan kebutuhan tenaga baterai rendah. CMOS digunakan untuk menyimpan program konfigurasi, program diagnostik dan informasi tanggal dan waktu pembuatan file yang tidak akan hilang meskipun komputer dimatikan.

CPU : Central Processing Unit. Unit pemroses utama dalam istilah teknik disebut mikroprosesor, sedang dalam pengertian umum adalah mesin komputer yaitu casing beserta semua isi didalamnya. Pusat pengolahan masukan sehingga menghasilkan keluaran. Termasuk di sini adalah semua register, sirkuit aritmatik, unit pembanding, dsb.
CRT : Catoda Ray Tube Teknologi yang dipakai untuk membuat sistem tampilan/monitor komputer menggunakan tabung sinar katoda.

Disk : Suatu media penyimpanan data. Yang dimaksud dengan disk adalah floppy disk atau hard disk. Sedangkan floppy disk adalah disket. Piringan tipis yang dilapisi bahan magnetik (oksida besi) yang mampu menyimpan sejumlah data atau informasi. Pembacaan dan penulisan informasi dipusatkan pada track.
DRAM : Dynamic RAM. Memori PC yang dapat dibaca dan ditulisi. Untuk menyimpan data dalam memori, isinya perlu di refresh secara periodik. Jenis memori ini banyak digunakan pada bagian memori utama yang digunakan untuk rutin proses.

Drive : Pintu, penggerak disk.
EGA : Enhanced Graphics Adaptor. Salah satu standard resolusi monitor. EGA mampu menampilkan 16 warna dalam model grafik, setingkat di atas monitor CGA. Monitor dengan card EGA mampu menampilkan 16 warna pada bentuk teks (80 x 25 karakter atau 40 x 25 karakter), 16 warna pada bentuk resolusi rendah dan 4 warna pada resolusi tinggi dan tampilan grafik 640 x 350 titik. Perkembangan dari jenis EGA diantaranya adalah ATI Technologies Inc dengan card bernama EGA WONDER, dapat menampilkan 132 x 25 karakter. Monitor jenis EGA masih memakai konektor monitor yang sama dengan monitor jenis CGA dan Monochrome. EVEREX mengeluarkan card EPGA (Enhanced Proffesional Graphics Adapter), mampu menampilkan 649 x 480 titik (dot) dengan 256 warna, dari 4096 kombinasi warna dasar (pallette). EPGA dan disebut juga PEGA (Proffesional Enhanced Graphics Adapter), ataupun PGA (Proffesional Graphics Adapter), menampilkan layar teks 132 x 43 karakter pada multi frekuensi atau Ulta sync, dan fleksibilitas yang dapat menggunakan monitor monochrome maupun enhanced monitor. Monitor ini mempergunakan konektor 9 pin yang terdiri dari 2 baris.

Hard disk : Media penyimpan data berkapasitas besar.
Head : Kepala, ujung perekam, bagian dari drive atau disk yang berfungsi untuk membaca atau menulis.
Keyboard : Papan kunci, papan ketik.

Motherboard : Papan rangkaian komputer tempat semua komponen elektronik komputer terangkai.
Peripheral : Peralatan. Spesifikasi peralatan pendukung yang dibutuhkan oleh sebuah PC agar dapat bekerja secara optimal.
PIC : Programmable Interupt Controller. Kendali sela terprogram. Chip yang berfungsi untuk mengendalikan proses penyelaan antar periferal. Alat pengendali sela periferal yang membantu kerja CPU dalam proses penyelaan.
Power Supply : Suatu rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pencatu daya/pemberi sumber tegangan/arus pada peralatan.
VRAM : Video Random Access Memory (Video RAM) Tipe spesial dari DRAM yang memungkinkan akses direct high speed memory melalui sirkuit video. Jenis memori ini lebih mahal bila dibandingkan chips DRAM yang konvensional.


BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI JUDUL
MENGINSTALASI PC merupakan modul teori dan atau praktikum yang membahas tentang cara menentukan spesifikasi komputer, merakit/menginstalasi komponen dan peralatan komputer, pengesetan peralatan dan pengujian komputer PC dan peralatannya.
Modul ini terdiri dari 5 (lima) kegiatan belajar, yaitu pemilihan komponen dan spesifikasi komputer, cara menginstalasi komponen PC, cara mengkonfigurasi, penambahan peralatan, dan pemeriksaan hasil instalasi.
B. PRASYARAT
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini adalah :
1. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Mengoperasikan PC stand alone dengan sistem operasi berbasis text.
2. Peserta diklat telah lulus modul / materi Mengoperasikan PC stand alone dengan sistem operasi berbasis GUI.
3. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Mengoperasikan peripheral.
4. Peserta diklat menguasai konsep dasar listrik termasuk listrik statis dan dinamis (Mata Diklat Fisika).
5. Peserta diklat mampu mengkonfigurasi dan menentukan spesifikasi perangkat PC, termasuk komponen pada bagian input, proses dan output.
6. Peserta diklat mampu membaca gambar

7. Peserta diklat mampu berbahasa inggris
8. Peserta diklat dapat menggunakan peralatan tangan dan peralatan listrik umum.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa
Siswa diharapkan mampu berperan aktif dan berinteraksi dengan sumber belajar yang mendukungnya, karena itu harus diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
a. Langkah – langkah Belajar
Untuk menjadi lebih kompeten dan profesional dalam pekerjaan menginstalasi PC, maka Anda harus mencermati beberapa hal berikut :
1) Apa yang harus diketahui tentang menginstalasi PC ?
2) Apa yang harus dikerjakan dalam menginstalasi PC ?
3) Bagaimana mengetahui bahwa kita telah berhasil atau belum dalam menginstalasi PC ?
4) Apa yang harus dilakukan jika kita belum berhasil dalam menginstalasi PC ?
5) Apa yang harus dilakukan jika kita telah berhasil dalam menginstalasi PC ?
b. Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
Untuk menunjang keselamatan kerja dan kelancaran tugas yang akan Anda lakukan, maka persiapkanlah seluruh perlengkapan yang diperlukan sesuai dengan jenis tugas pada masing-masing kegiatan pemelajaran.



c. Hasil Pelatihan
Anda akan mampu melakukan tugas/pekerjaan menginstalasi PC sesuai dengan spesifikasi yang dikehendaki.
2. Peran Guru
Guru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya mempersiapkan diri sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi pemelajaran, penguasaan materi, pemilihan metode, alat bantu media pemelajaran, dan perangkat evaluasinya.
Selain itu guru hendaknya :
a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar
b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar
c. Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktik baru serta menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa
d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan
f. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan
g. Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya
h. Melaksanakan penilaian
i. Menjelaskan kepada siswa tentang sikap pengetahuan dan keterampilan dari suatu kompetensi yang perlu untuk dibenahi dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya.
j. Mencatat pencapaian kemajuan siswa



D. TUJUAN AKHIR
1. Peserta diklat mampu membuat daftar rencana kebutuhan dan spesifikasi PC sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan.
2. Peserta diklat mampu menginstalasi PC sesuai dengan spesifikasi yang diberikan.
3. Peserta diklat mampu menginstalasi peripheral pada PC dengan benar.
4. Peserta diklat mampu memperbaiki kesalahan instalasi pada PC.
E. KOMPETENSI
Kompetensi yang akan dipelajari adalah Menginstalasi PC dengan uraian seperti yang diperlihatkan dalam tabel Kompetensi Menginstalasi PC di bawah ini.


BAB II
PEMELAJARAN


Uraian Materi 1
Peralatan/Komponen pada PC meliputi unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika tidak ada manusia yang mengoperasikannya.

1) Struktur dan Fungsi Komputer
Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen saling terkait. Struktur sebuah komputer secara sederhana, dapat digambarkan dalam diagram blok pada Gambar a. Sedangkan fungsi komputer didefinisikan sebagai operasi masing-masing komponen sebagai bagian dari struktur. Adapun fungsi dari masing-masing komponen dalam struktur tersebut adalah sebagai berikut:





a) Input Device (Alat Masukan)
Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer. Input device adalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar sistem, dan dapat berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Dengan demikian, alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk memasukkan program.
Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai alat input juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang demikian disebut sebagai terminal. Terminal dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau lewat alat komunikasi.
Terminal dapat digolongkan menjadi non intelligent terminal, smart terminal, dan intelligent terminal. Non intelligent terminal hanya berfungsi sebagai alat memasukkan input dan penampil output, dan tidak bisa diprogram karena tidak mempunyai alat pemroses. Peralatan seperti ini juga disebut sebagai dumb terminal. Smart terminal mempunyai alat pemroses dan memori di dalamnya sehingga input yang terlanjur dimasukkan dapat dikoreksi kembali. Walaupun demikian, terminal jenis ini tidak dapat diprogram oleh pemakai, kecuali oleh pabrik pembuatnya. Sedangkan intelligent terminal dapat diprogram oleh pemakai.
Peralatan yang hanya berfungsi sebagai alat input dapat digolongkan menjadi alat input langsung dan tidak langsung. Alat input langsung yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses, sedangkan alat input tidak langsung melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses.
Alat input langsung dapat berupa papan ketik (keyboard), pointing device (misalnya mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet), scanner (misalnya magnetic ink character recognition, optical data reader atau optical character recognition reader), sensor (misalnya digitizing camera), voice recognizer (misalnya microphone). Sedangkan alat input tidak langsung misalnya keypunch yang dilakukan melalui media punched card (kartu plong), key-to-tape yang merekam data ke media berbentuk pita (tape) sebelum diproses oleh alat pemroses, dan key-to-disk yang merekam data ke media magnetic disk (misalnya disket atau harddisk) sebelum diproses lebih lanjut.
(1) Keyboard
Merupakan alat input standart yang diperlukan dalam setiap PC. Komponen ini tidak mengalami perkembangan yang pesat. Hanya dalam konektor dalam PC nya saja yang mengalami perkembangan. Dimulai dengan keyboard XT, keyboard PS2, keyboard USB dan yang baru berkembang sekarang ini adalah keyboard wireless.

(2) Mouse
Mouse merupakan komponen input yang sanagt diperlukan jika menggunakan sistem operasi grafis. Mouse lebih banyak eprkembangannya dari pada keyboard.
Muali dari mouse serial, mouse PS/2, mouse scroll, dan saat mouse optik.

b) Output Device (Alat Keluaran)
Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.
Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image (dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer. Peralatan output dapat berupa:
􀁞 Hard-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk mencetak tulisan dan image pada media keras seperti kertas atau film.
􀁞 Soft-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan dan image pada media lunak yang berupa sinyal elektronik.
􀁞 Drive device atau driver, yaitu alat yang digunakan untuk merekam simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin pada media seperti magnetic disk atau magnetic tape. Alat ini berfungsi ganda, sebagai alat output dan juga sebagai alat input. Sekarang media penyimpan yang berkembang adalah disk drive, hard disk, CD-ROM/CD-RW.

c) I/O Ports
Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem. I/O Port juga biasa disebut dengan bagian interface (antar muka) karena peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini.
d) CPU (Central Processing Unit)
CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer. CPU merupakan tempat pemroses instruksi-instruksi program, yang pada komputer mikro disebut dengan micro-processor (pemroses mikro). Pemroses ini berupa chip yang terdiri dari ribuan hingga jutaan IC. Dalam dunia dagang, pemroses ini diberi nama sesuai dengan keinginan pembuatnya dan umumnya ditambah dengan nomor seri, misalnya dikenal pemroses Intel 80486 DX2-400 (buatan Intel dengan seri 80486 DX2-400 yang dikenal dengan komputer 486 DX2), Intel Pentium 100 (dikenal dengan komputer Pentium I), Intel Pentium II-350, Intel Pentium III-450, Intel Celeron 333, AMD K-II, dan sebagainya. Masing-masing produk ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

e) Memori
(1) Random Access Memory (RAM)
Semua data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan disimpan terlebih dahulu di memori utama, khususnya RAM, yang dapat diakses secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil, atau dihapus isinya) oleh pemrogram. Struktur RAM terbagi menjadi empat bagian utama, yaitu:
􀁞 Input storage, digunakan untuk menampung input yang dimasukkan melalui alat input.
􀁞 Program storage, digunakan untuk menyimpan semua instruksi-instruksi program yang akan diakses.

􀁞 Working storage, digunakan untuk menyimpan data yang akan diolah dan hasil pengolahan.
􀁞 Output storage, digunakan untuk menampung hasil akhir dari pengolahan data yang akan ditampilkan ke alat output.
Input yang dimasukkan melalui alat input akan ditampung terlebih dahulu di input storage. Bila input tersebut berupa program maka akan dipindahkan ke program storage, dan bila berbentuk data maka akan dipindahkan ke working storage. Hasil dari pengolahan juga ditampung terlebih dahulu di working storage dan bila akan ditampilkan ke alat output maka hasil tersebut dipindahkan ke output storage.

(2) Read Only Memory (ROM)
Dari namanya, ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari program-program pokok yang diperlukan oleh sistem komputer, seperti misalnya program untuk mengatur penampilan karakter di layar, pengisian tombol kunci papan ketik untuk keperluan kontrol tertentu, dan bootstrap program. Program bootstrap diperlukan pada saat pertama kali sistem komputer diaktifkan. Proses mengaktifkan komputer pertama kali ini disebut dengan booting, yang dapat berupa cold booting atau warm booting.
Cold booting merupakan proses mengaktifkan sistem komputer pertama kali untuk mengambil program bootstrap dari keadaan listrik komputer mati (off) menjadi hidup (on). Sedangkan warm booting merupakan proses pengulangan pengambilan program bootstrap pada saat komputer masih hidup dengan cara menekan tiga tombol tombol pada papan ketik sekaligus, yaitu Ctrl, Alt, dan Del. Proses ini biasanya dilakukan bila sistem komputer macet, daripada harus mematikan aliran listrik komputer dan menghidupkannya kembali.
Instruksi-instruksi yang tersimpan di ROM disebut dengan microinstruction atau firmware karena hardware dan software dijadikan satu oleh pabrik pembuatnya. Isi dari ROM ini tidak boleh hilang atau rusak karena bila terjadi demikian, maka sistem komputer tidak akan bisa berfungsi. Oleh karena itu, untuk mencegahnya maka pabrik pembuatnya merancang ROM sedemikian rupa sehingga hanya bisa dibaca, tidak dapat diubah-ubah isinya oleh orang lain. Selain itu, ROM bersifat non volatile supaya isinya tidak hilang bila listrik komputer dimatikan.
Pada kasus yang lain memungkinkan untuk merubah isi ROM, yaitu dengan cara memprogram kembali instruksi-instruksi yang ada di dalamnya. ROM jenis ini berbentuk chip yang ditempatkan pada rumahnya yang mempunyai jendela di atasnya. ROM yang dapat diprogram kembali adalah PROM (Programmable Read Only Memory), yang hanya dapat diprogram satu kali dan selanjutnya tidak dapat diubah kembali. Jenis lain adalah EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) yang dapat dihapus dengan sinar ultraviolet serta dapat diprogram kembali berulang-ulang. Disamping itu, ada juga EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) yang dapat dihapus secara elektronik dan dapat diprogram kembali.

c. Rangkuman 1
1) Komputer PC terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian input, proses, dan output. Setiap bagian terdiri dari beberapa komponen yang saling mendukung.
2) Setiap komponen pada PC mempunyai spesifikasi tertentu dan kegunaan/fungsi khusus.
d. Tugas 1
1) Amati sebuah PC, sebutkan mana yang termasuk unit input, unit proses, dan unit output.
2) Bukalah casing suatu PC, sebutkan catat dan sebutkan nama-nama komponen yang ada didalamnya.
e. Tes Formatif 1
1) Gambarkan struktur/diagram blok dari komputer dan jelaskan fungsi masing-masing bagian !
2) Sebutkanlah komponen-komponen pada PC yang termasuk unit input !
3) Berilah satu contoh spesifikasi dari prosesor/mikroprosesor
f. Kunci Jawaban Formatif 1
1) Lihat Gambar a. Struktur Komputer beserta penjelasannya.
2) Keyboard, Mouse, Joy stake, Microphone, Midi, Camera, Scanner,dsb.
3) Intel Pentium 133 : Kecepatan clock 133 Mhz, tegangan kerja 5V, cache memori 128KB
g. Lembar Kerja 1







Alat dan bahan :
1) Komputer PC 1 unit lengkap dengan multi media
2) Buku manual reference untuk komponen PC yang sesuai
3) Tools set
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah ditentukan.
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Bukalah penutup casing pada CPU
3) Amati semua komponen yang ada.
4) Catatlah semua komponen yang ada pada CPU dan di luar CPU.
5) Buka dan bacalah buku manual reference yang sesuai dengan komponen yang ada.
6) Catatlah spesifikasi dari komputer tersebut.
7) Buatlah laporan tentang spesifikasi dari komputer yang anda amati tersebut.
8) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
9) Jika semua telah selesai tutuplah kembali cashing pada CPU dan rapikan alat dan bahan kemudian kembalikan ke tempat semula.

2. Kegiatan Belajar 2: Perakitan PC dan Keselamatan Kerja dalam Merakit Komputer
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu menginstalasi komponen PC dengan baik dan aman.
2) Peserta diklat mampu mengetahui tindakan yang membahayakan dalam pemasangan komponen PC.
b. Uraian Materi 2
Sebelum merakit sebuah PC pastikan pertalatan yang dibutuhkan sudah tersedia, Peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : Obeng, tang, AVO meter (bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali pengikat kabel dan buki catatan. Solder maupun AVO meter jarang dipakai apabila mempergunakan komponen yang masih baik. Pengukuran arus dan tegangan listrik hanya dilakukan apabila komponen yang dipergunakan adalah komponen bekas yang anda tidak mengetahui apakah masih baik atau tidak. Sebaiknya tidak menggunakan AVO meter pada motherboard apabila motherboard masih baik, karena anda tidak tahu titik-titik mana yang merupakan titik ukur. Kecerobohan dalam hal ini bisa menimbulkan akibat fatal. Apabila anda mempergunakan komponen baru, anda tidak perlu melakukan pengukuran arus dan tegangan dengan AVO meter. AVO meter mungkin perlu dipergunakan hanya untuk mengetahui tegangan listrik di jala-jala listrik rumah anda saja. Bila anda sudah mengetahui lihatlah di bagian power suply komputer (terdapat di dalam cahing/kotak komputernya) apakah sudah diatur pada skala tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda atau belum. Bila type power suply-nya tergolong type otomatik anda tidak perlu hawatir. Apabila power suplynya tergolong semi otomatik, kemungkinan anda harus memindahkan posisi saklar pengatur tegangan ke posisi tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda.
Selanjutnya untuk merakit komputer personal anda dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1) Ambil motherboard dan letakkan di tempat yang aman. Persiapkan peralatan dan buku manual dari masing komponen PC. Baut motherboar dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat dan aman.
Gambar 16. Motherboard
2) Pasanglah processor pada tempatnya (soket-nya) perhatikan tanda pada processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik). Kuncilah tangkai pengunci yang biasanya terdapat disisi soket processor. Perhatikan kode titik atau sisi processor dengan bentuk miring merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda sama. Bacalah dengan baik manual processor dari pabriknya Apabila anda kurang hati-hati atau terbalik memasang processor ini bisa berakibat fatal. Bila anda ragu sebaiknya pada saat membeli motherboard bisa anda tanyakan kepada penjualnya. Kemudian pasanglah kipas pendingin diatasnya. Pada produk processor terakhir sudah dilengkapi dengan kipas pendingin.
 3) Pasanglah memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila anda terbalik memasangnya, maka memori akan sulit dimasukan. Pada jenis memori SDRAM, dudukan memori di motherboard memiliki pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori ke dalamnya.
4) Masukan motherboard ke dalam cashing (kotak komputer), kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik cashing, ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada sudut yang memungkinkan anda tempatkan baut, bautlah motherboard tersebut pada cashing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran motherboard pada waktu anda memindah-mindahkan CPU nantinya. Sebaiknya hati-hati memasang motherboard pada cashing karena bentuknya tipis kecil dan memiliki rangkaian elektronik yang rumit.
5) Pasanglah kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada prower suply (biasanya dituliskan P8 dan P9), kabel berwarna hitam dari kedua konektornya harus dipasang berdampingan. Apabila anda mempergunakan jenis motherboard jenis ATX, pasanglah kabel power khusus tersebut pada slot power khusus ATX yang terdapat pada motherboard tersebut.
6) Pasanglah hard disk, floppy drive pada tempat yang telah tersedia dalam cashing CPU, kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati. Bila ada CD ROM drive, pasangkan pula alat ini secara hati-hati dan dikencangkan dengan baut. Perlu diperhatikan untuk CD-ROM dan hard disk jumper terpasang dengan benar, karena akan mengindentifikasikan sebagai master atau slave, akrena jika salah hard disk atau CD-ROM tidak akan terdeteksi.
7) Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang terdapat di hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Perhatikan sudut konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancang pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hard disk, flopy drive atau CD ROM drive. Bila anda memasang konektor ini terbalik, maka pada saat anda memasukan konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektornya dan masukan kembali pada posisi yang tepat.

8) Sambungkan kabel pita (kabel data) pada dudukan hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Perhatikan sisi kabel berwarna merah harus ditempatkan pada kaki nomor satu (lihat keterangan yang dituliskan pada hard disk atau flopy drive ataupun CD ROM drive). Bila terbalik memasangnya komputer tidak akan bekerja baik dan dapat merusakan peralatan-peralatan tersebut. Kabel yang terpasang ke flopy drive lebih sempit bila dibandingkan kabel penghubung hard disk ataupun CD ROM drive. Kabel penghubung hard disk dan CD ROM drive sama ukurannya. Untuk kabel Pita strip merah pada pinggir kabel menandakan no:1.
9) Sambungkan kabel dari flopy drive ke slot untuk flopy drive, demikian pula sambungkan kabel dari hard disk ke slot IDE nomor 1, dan kabel dari CD ROM ke slot IDE nomor 2. Perhatikan juga agar sisi kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor satu pada tiap slot. Anda bisa melihat keterangan yang tertulis di motherboard ataupun di manual motherboard.
10) Pasanglah VGA card pada slotnya, bila anda memiliki card dari jenis ISA, anda harus menempatkan card tersebut pada ISA slot bus di motherboard. Bila anda memiliki card VGA jenis PCI, anda harus pasangkan card tersebut pada slot bus PCI di motherboard. Tetapi jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam BIOS.
11) Pasang expansion card tambahan pada PCI maupun ISA. Expansion card dapat berupa LAN card sound card , TV tunner card, video capture dan lain-ain. Setelah itu kencangkan dengan baut denag dudukan casing PC.
12) Hubungkan konektor kabel penghubung tombol "Reset" ke pin "Reset" yang terdapat pada motherboard. Hubungkan pula konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada motherboard. Sering ditulis dengan kode LS. Beberapa cashing telah dilengkapi pula kabel lampu indikator berikut kabel penghubungnya lengkap dengan konektornya agar perakit komputer tinggal menghubungkan saja ke motherboard.

13) Pasanglah kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card VGA, perhatikan konektornya memiliki 3 deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor berbentuk trapesium.
14) Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard. Dan perangkat yang lain.
15) Pasangkan kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat di bagian belakang power suply yang telah terpasang pada cashing CPU. Bila konektornya tidak cocok, anda dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah anda. Anda akan membutuhkan T konektor untuk membagi listrik ke monitor dan CPU yang anda rakit. Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power suply di bagian belakang cashing CPU.


Sekarang anda telah berhasil merakit sebuah Personal Komputer, tetapi anda belum bisa mempergunakan komputer tersebut. Anda masih harus mengatur program BIOS, dan memasang (menginstal) program sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya.
Sebelum anda mengatur program BIOS, anda cek kembali semua langkah yang telah anda lakukan tadi. Perhatikan posisi "jumper" jangan ada yang salah, demikian pula processor dan RAM serta kabel-kabel penghubung hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Setelah anda yakin benar dan sudah sesuai dengan keterangan yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap peralatan tadi. Anda bisa melakukan pengaturan program BIOS.

c. Rangkuman 2
1) Dalam merakit komponen pastikan tidak ada kaki komponen yang terbalik, atau pemasangan kabel yang terbalik. Karena akan berakibat fatal bagi komponen maupun peralatan yang lain.
2) Urutkan dalam merakit komponan PC sesuai dengan manual instruksinya.
d. Tugas 2
1) Gambarkan urutan kaki komponen prosessor dan RAM.
2) Ambil sebuah motherboard PC, sebutkan nama dan fungsi dari jumper, soket, chip, dan slot yang ada dalam motherboard.
e. Tes Formatif 2
1) Bagaimana cara mengatahui urutan kabel pita pada floppy maupun hard disk?
2) Bagaimana cara memasang prosesor pada motherboard.
f. Kunci Jawaban Formatif 2
1) Dengan melihat warna kabel pada bagian tepi. Kabel nomor 1 adalah kabel yang berwarna merah atau biru, kabel berikutnya bernomor berikutnya (2-34 untuk floppy dan 2-40 untuk hard disk).
2) Lihat uraian materi 2 pada bagian pemasangan prosesor.
g. Lembar Kerja 2




Alat dan bahan :
1) Komponen PC untuk 1 unit lengkap dengan multi media

2) Buku manual reference untuk komponen PC yang sesuai.
3) Tools set.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah ditentukan.
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Bukalah penutup casing.
3) Pasangkan motherboard ke dalamnya.
4) Buka dan bacalah buku manual reference yang sesuai dengan komponen yang ada.
5) Pasangkan disk drive, hard disk, dan CD ROM drive ke casing pada tempat yang telah disediakan dengan rapi, benar, dan kuat.
6) Pasangkan prosesor beserta pendingin dan kipasnya pada motherboard dengan hati-hati dan benar.
7) Pasangkan RAM pada mother board.
8) Instalasi pengkabelan motherboard dengan mengacu pada buku manual referencenya (kabel : power, kipas, disk drive, hard disk, CD ROM Drive, LED, tombol reset, power, dlsb).
9) Pasangkan kabel power ke disk drive, hard disk, dan CD ROM Drive.
10) Pasangkan kabel ke disk drive, hard disk, dan CD ROM Drive dengan urutan yang benar.
11) Pasangkan semua card I/O yang ada pada slot yang tersedia di motherboard dengan benar kemudian disekrup pada pemegangnya supaya kuat dan kokoh.

12) Cek kembali semua sambungan dan pemasangan komponen yang telah dikerjakan dengan teliti, setelah yakin benar periksakan hasil kerja anda pada pengajar.
13) Buatlah laporan tentang perakitan PC dari komputer yang anda rakit tersebut.
14) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
15) Jika semua telah selesai tutuplah kembali cashing pada CPU dan rapikan alat.







3. Kegiatan Belajar 3 : BIOS dan Konfigurasi Sistem
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu mengenal BIOS dalam setiap PC.
2) Peserta diklat mampu mengoperasikan BIOS untuk mengaktifkan dan menonaktifkan PC.
b. Uraian Materi 3
Basic Input Output System atau sering disebut BIOS merupakan firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara software atau dengan kata lain disebut dengan istilah jumper less Komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja, dan merupakan komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard (Onboard). Berikut komponen yang dapat di set melalui BIOS:
• Hard disk
• CD-ROM
• Floppy disk
• RAM
• Processor
• LAN onboard
• Souncard onboard
• VGA onboard
Dalam modul ini digunakan Award BIOS sebagai contoh untuk menkofigurasi komponen PC. Sedangakn untuk BIOS dengan merk lain hampir sama, hanya letak dan namnya saja yang munkin berbeda. Pada AWARD BIOS terdapat beberapa menu pokok yaitu: MAIN, ADVANCED, POWER, BOOT, EXIT. Berikut langakah - langkah untuk mengatur komponen PC.

1) Hard Disk dan CD-ROM
Untuk komponen hard disk, dalam BIOS hanya mangatur aktif tidaknya serbuah hard disk, dan juga menentukan berapa besar kapasitas sebuah hard disk baiks scara manual maupun otomastis. Terletak dalam menu MAIN kemudian dilanjutkan pada sub menu letak dari drive terpasang.
Selanjutnya untuk mengatur hard disk atau CD ROM, masuk ke sub menu letak hard disk atau CD ROM terpasang. Kita asumsikan bahawa hard disk terlatak pada primary master.
Dalam menu di atas merupakan tampilan untuk mengatur hard disk yang terletak di primary master. Yang perlu diatur dalam menu di atas adalah “type”, dalam menu tersebut terdapat pilihan diantaranya: Auto, User Type HDD, CD-ROM, LS-120, ZIP, MO, Other ATAPI device, dana None. Untuk lebih amany pilih Auto karena system akan medeteksi secara otomatis device yang terpasang, sedangkan None digunakn untuk men-disable hard disk atau tidak ada device yang terpasang.

2) Floppy Disk
Untuk mengatur floopy disk terletak dalam menu yang sama seperti hardik dan CD_ROM. Terletak dalam menu MAIN dan pada umumnya bernama legacy diskette A. dalam opsi drive A dapat dipilih bermacam jenis type Disk Drive seperti 1.44 MB, 3.5-“ 720Kb, 3.5 “ – 2.88MB, 3.5” -360KB, 5.24”- 720kb, 5.25” dan none. Opsi “none” digunakan untuk menonaktifkan floppy disk. Pilih sesuai dengan floopy disk yang terpasang atau jika tidak terdapat floopy disk terpasang dapat digunakan pilihan None.

3) RAM
RAM hanya dapat diatur bagian clock latency-nya saja tetapi tidak semua RAM dapat diatur, merk tertentu saja yang dapat di set secara manual. Hanya RAM yang sering digunakan untuk overcloking yang dapat diset manual. Untuk mestting masuk ke menu advanced 􀃆 Chip Configuration. Pada gambar di atas untuk menentukan seting secara manual atau otomatis terletak dalam sub menu “SDRAM Cofiguration” Untuk “By SPD” akan dilakukan seting secara automatis oleh sistem sedangkan untuk seting secara manual pilih “User Define”. Hati- hati dalam mengubah nilai Clock latency dari RAM, sesuaikan dengan kemampuan RAM yang terpasang. Untuk lebih amannya gunalan pilihan secara otomatis selain lebih aman nilai yang diatur akan disesuaikan dengan nilai default RAM yang terpasang.

4) Prosesor
Ada beberapa cara untuk mengatur kecepatan prosesor sesuai dengan kemampuannya. Untuk seting dengan BIOS tidak semua prosesor bisa
diatur, hanya prosesor tertentu saja yang dapat di set lewat BIOS. Untuk mengatur variabel-variabel dalam prosesor masuk kedalam menu advanced, maka akan terlihat beberapa menu yang berhubungan dengan CPU, yaitu: CPU speed, CPU/PCI Frequency, dan CPU/Memory frequency ratio. CPU Speed merupakan kecepatan CPU yang dapat ditentukan secara Manual maupun otomatis. Untuk melakukan Overcloking dapat dilakuakn seting pada bagian CPU/Memory frequency ratio. Pada bagian ini dapat di set jika CPU Speed dipilih manual. Tetapi perlu diingat sesuiakn dengan kemampuan prosesor karen jika tidak akan berakibat fatal.

5) LAN Onboard dan Sound onboard
Untuk kedua komponen ini sama dalam melakukan konfigurasi di dalam BIOS. Terletak dalam menu yang sama dan untuk mengaktifkan dengan memelih “enabled” pada masing-masing komponen. Sedangkan untuk menonaktifkan cukup dengan memilih “disabled”. Sedangkan untuk opsi auto digunakan untuk medeteksi secara otomatis, jika ada komponen yang terpasang maka akan automatis mengaktifkan komponen tersebut. Untuk masuk dalam konfigurasi komponen ini masuk menu Advanced 􀃆 Chip Configuration. Dalam versi BIOS ini LAN Onboard dengan menu MCP MAC Controller sedangkan Sound Onboard denagn menu MCP Audio Controller, pilih enabled atau Auto untuk mengatifkan komponen tersebut. Perlu diingat apbila ingin memasang komponen baru yang bukan onboard dan komponen tersebut sejenis dengan komponen yang onboard maka harus dinon-aktifkan komponen yang onboard tersebut terlebih dahulu. Karena jika tidak akan terjadi konflik IRQ atau I/O addres-nya.

6) VGA Onboard
Untuk mengatur komponen VGA onboard yang perlu diperhatikan adalah mengatur besar kecilnya shared memori. Shared memori adalah memori yang digunakan oleh VGA sebagai buffer dan diambilkan dari RAM. Besarnya nilai shared memori tegantung kemampuan VGA dan besarnya RAM yang terpasang. Untuk mangatur besarnya shared memori masuk ke menu advaced Chip Configuration. Pilih bagian “VGA Shared memory size”. Besar kecilnya nilai memory yang diambil tergantung dari Jenis VGA Onboardnya dan besarnya kapasitas RAM yang terpasang. Satu hal lagi dalam VGA yang sangat penting adalah Primary VGA BIOS. Opsi ini terletak dalam menu Advanced 􀃆 PCI Configuration, digunakan untuk memilih urutan deteksi dari VGA yang terpasang dalam sistem. Urutan tersebut diantaranya: PCI VGA Card, AGP VGA card, dan Onboard VGA. Jika VGA yang digunkan dalah Onboard maka set dengan Onboard VGA.

4. Kegiatan Belajar 4 : Peripheral PC dan Setting Peripheral






a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu menjelaskan peralatan yang dibutuhkan dalam menyambung/memasang peripheral.
2) Peserta diklat mampu menjelaskan prosedur pemasangan/ penyambungan peripheral dengan baik dan benar.
3) Peserta diklat mampu menjelaskan setting peripheral menggunakan software.
b. Uraian Materi 4
Peripheral komputer merupakan peralatan tambahan komputer yang dibutuhkan untuk keperluan – keperluan lain. Misalnya koneksi jaringan, mencetak, atau mengambil gambar. Peripheral tersebut meliputi Printer, Scanner, Modem, Network Card, dan lain sebagainya. Instalasi peripheral meliputi instalasi secara fisik dan instalasi secara software. Instalasi fisik meliputi pemasangan peripheral dengan baik dan benar, dan instalasi software meliputi pengenalan peripheral terhadap sistem operasi yaitu dengan menginstall driver yang dibutuhkan.
1) Printer
Printer merupakan komponen output yang digolongkan sebagai Hard Copy Device. Yaitu merupakan alat yang digunakan untuk mencetak keluaran dari proses yang dilakukan oleh komputer baik tulisan maupun grafik secara langsung dengan menggunakan media kertas ataupun yang lainnya.
Ada tiga jenis printer yang beredar dipasaran. Dot matrik, Ink Jet, dan Laser Jet. Printer Dot Matrik merupakan printer yang menggunakan pita sebagai alat percetakannya. Ink Jet menggunakan tinta,

sedangkan laser jet menggunakan serbuk laser. Sedangkan jenis konektor printer ada dua macam yaitu melalui konektor Paralel Port dan USB Port.
Langkah – langkah instalasi printer :
− Tancapkan kabel printer pada printer dan konektor parallel port male/konektor USB port pada komputer dengan benar.

- Pastikan catridge printer sudah terpasang dengan benar.
- Hubungkan printer ke jala-jalla listrik
- Dan pastikan ada ativitas dalam printer tersebut (catrigde bergerak).
- Sampai langkah ini instalasi peripheral secar fisik sudah selesai
- Selanjutnya tinggal instalasi untuk software yaitu pemasangan driver.
Pada instalasi driver, biasanya pada sistem operasi Windows XP akan secara otomatis menjalankan file instalasi driver tersebut. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
- Masukan CD Driver bawaan printer tersebut, dalam praktek kali ini printer yang akan diinstal adalah printer Canon BJC-2100.
- Setelah CD dimasukan, Windows akan secara otomatis menjalankan file eksekusi dan akan muncul kotak dialoge
- Setelah itu tekan tombol Next, untuk konfirmasi bahwa Anda akan menginstall driver tersebut. Dan setelah itu akan muncul kotak dialog
- Klik tombol Start, untuk memulai proses instalasi dengan memilih option Printer Driver.
- Setelah proses peng-copy-an file selesai, akan muncul kotak dialoglagi
- Untuk selanjutnya tekan tombol Manual Selection untuk memilih port yang akan digunakan.
- Setelah pemilihan port selesai, tekan tombol Next dan proses instalasi akan selesai dan printer siap digunakan.


2) Scanner
Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung kamu lihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat dirubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar
Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner tersebut menurut WizCom dapat melakukan pekerjaannya secara acak lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar.Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII. Pada saat ini banyak sekali scanner yang beredar di dunia dengan berbagai merk pula, Di antaranya scanner keluaran dari Canon, Hewlett Packard ( HP ), EPSON, UMAX dan masih banyak lagi.
Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.
Cara kerja Scanner :
Ketika tombol mouse ditekan memulai Scanning, yang terjadi adalah penekanan tombol mouse dari komputer menggerakkan pengendali kecepatan pada mesin scanner. Mesin yang terletak dalam scanner tersebut mengendalikan proses pengiriman ke unit scanning.
Kemudian unit scanning menempatkan proses pengiiman ke tempat atau jalur yang sesuai untuk langsung memulai scanning. Nyala lampu yang terlihat pada Scanner menandakan bahwa kegiatan scanning sudah mulai dilakukan.
Setelah nyala lampu sudah tidak ada, berarti proses scan sudah selesai dan hasilnya dapat dilihat pada layar monitor. Apabila hasil atau tampilan teks / gambar ingin dirubah, kita dapat merubahnya dengan menggunakan software-software aplikasi yang ada. Misalnya dengan photoshop, Adobe dan lain- lain. pot scanned.
Ada dua macam perbedaan scanner dalam memeriksa gambar yang berwarna yaitu Scanner yang hanya bisa satu kali meng-scan warna dan menyimpan semua warna pada saat itu saja. Scanner yang langsung bisa tiga kali digunakan untuk menyimpan beberapa warna. Warna-warna tersebut adalah merah, hijau dan biru.
Scaner yang disebut pertama lebih cepat dibandingkan dengan yang kedua, tetapi menjadi kurang bagus jika digunakan untuk reproduksi warna. Kebanyakan scanner dijalankan pada 1-bit (binary digit / angka biner), 8-bit (256 warna), dan 24 bit (lebih dari 16 juta warna). Nah, bila kita membutuhkan hasil yang sangat baik maka dianjurtkan menggunakan scanner dengan bit yang besar agar resolusi warna lebih banyak dan bagus.
Scanner tidak akan bekerja pada sistem operasi apabila tidak ada driver di dalam sistem operasi tersebut. Untuk langkah selanjutnya adalah proses instalasi driver scaner. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
- Masukan CD Driver Scaner tersebut, dalam hal ini Scaner yang akan dicontohkan adalah Scanner CanoScan 3200/3200F.
- Langkah selanjutnya memilih bahasa yang akan digunakan dalam proses instalasi.
- Selanjutnya adalah memilih software yang diinstall dalam hal ini software untuk mengambil gambar yang diambil oleh Scaner.
-Setelah muncul kotak dialog seperti gambar di atas dan pilih Install the Software, maka akan muncul kotak dialog

- Pada kotak dialog tersebut, pengguna dapat memilih software yang akan diinstall dan software yang tidak akan diinstall. Kemudian klik tombol Start Instalation.
- Setelah itu tinggal mengikuti konfirmasi yang ditampilkan. Dan setelah selesai proses instalasi, Scaner siap digunakan.


3) Modem
Modem merupakan salah satu perangkat komputer untuk perantara komputer dengan saluran telphone agar data berhubungan Internet Service Provider (ISP). Modem ada dua macam, yaitu modem internal dan modem external. Modem internal yaitu modem yang pasang di dalam motherboard dalam bentuk kartu. Teknik pemasangannya sama seperti kartu – kartu lain pada umumnya. Sedangkan modem external adalah yang dapat dipasang dan dilepas sewaktu – waktu. Karena pemasangan modem hanya tinggal menancapkan konektor yang telah disediakan seperti USB atau Serial Port.


5. Kegiatan Belajar 5: Pemeriksaan Hasil Perakitan PC dan Peripheral
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Peserta diklat mampu memeriksa komponen dan peripheral yang telah terpasang
b. Uraian Materi 5
Setelah semua langkah pemilihan komponen, perakitan, dan pengaturan baik hardware maupun software dari komponen dan peripheral perlu dilakukan pengecekan dari setiap komponen dan peripheral. Fungsi tidaknya komponen atau peripheral tergantung dari pemasangannya. Hal yang perlu diperiksa dari hasil komponen dan peripheral meluputi:
Kencang tidaknya pemasangan komponen atau peripheral. Periksa apakah skrup telah terpasang dengan sempurna. Urutan kabel, urutan kabel dapat di cek terlebih dahulu dengan menyocokan pin no1 pada kabel dengan pin 1 dengan konektor. Untuk model kabel sekarang kemungkinan terbalik sangat kecil.
Urutan kaki komponen, dalam hal ini prosesor dan RAM. Dengan melihat manual guide dari setiap komponen kesalahan dalam memasang komponen dapat dihindari. Untuk prosesor dan RAM saat ini kemungkinan salah sangat kecil, karena bentuk fisik yang tidak memungkinkan komponen terpasang salah.
Setelah langkah diatas sesuai dengan buku manual dan sesuai dengan langkah langkah sebelumnya. Siapkan untuk menghubungkan sumber daya ke jala jala listrik.

Amati saat pertama kali komputer menyala, pastikan tidak ada pesan eror baik berupa tampilan di monitor atau dengan bunyi beep. Jika tidak ada pesan error masuk ke BIOS dengan menekan del atau F2, sesuai dengan BIOS yang digunakan.
Masuk dalam menu main untuk mengecek komponen hard disk, CD-ROM, floppy disk, dan RAM. Dengan malihat status dari hard disk atau masuk ke menu hardware monitor untuk melihat status dari prosesor baik tegangan maupun kecepatan dari kipas pendinginnya.
Jika semua dapat terlihat tanpa ada pesan kesalahan maka perakitan PC berhasil dilakukan, selanjutnya siap untuk instalasi sistem operasi.



BAB IV
PENUTUP
Demikianlah modul pemelajaran Menginstalasi PC. Materi yang telah dibahas dalam modul ini masih sangat sedikit. Hanya sebagai dasar saja bagi peserta diklat untuk belajar lebih lanjut. Diharapkan peserta diklat memanfaatkan modul ini sebagai motivasi untuk menguasai teknik Menginstalasi PC ini lebih jauh sehingga peserta diklat dapat merakit/menginstalasi komputer PC dengan berbagai macam spesifikasi.
Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas serta evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta diklat dapat dinyatakan lulus/tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta kududukan modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul selanjutnya. 71





















Rabu, 12 September 2012

modul tkj



i
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Instalasi Perangkat Jaringan Lokal
(Local Area Network)
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
KODE MODUL
NTW.OPR.100.(2).A
ii
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Instalasi Perangkat Jaringan Lokal
(Local Area Network)
PENYUSUN
TIM FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
KODE MODUL
NTW.OPR.100.(2).A
iii
KATA PENGANTAR
Modul dengan judul “Istalasi Perangkat Jarinagn Lokal (LAN)“ merupakan
bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi
bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Program Keahlian
Teknik Komputer dan Jaringan.
Modul ini menguraikan tentang konsep dasar jaringan komputer, persiapan dan
pelaksanaan instalasi perangkat jaringan lokal, dan cara menguji bahwa jaringan
telah beroperasi dengan benar.
Modul ini terkait dengan modul lain yang membahas tentang menginstal PC
(hardware), menginstal software, mengoperasikan sistem operasi berbasis GUI
maupun TEXT, dan beberapa modul yang lain. Oleh karena itu, sebelum
menggunakan modul ini peserta diklat diwajibkan telah lulus modul tersebut.
Yogyakarta, Desember 2004
Penyusun
Tim Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
iv
DAFTAR ISI MODUL
Halaman
HALAMAN DEPAN ............................................................................ i
HALAMAN DALAM ............................................................................ ii
KATA PENGANTAR ........................................................................... iii
DAFTAR ISI MODUL ........................................................................ iv
PETA KEDUDUKAN MODUL .............................................................. vi
PERISTILAHAN / GLOSSARY ............................................................ viii
I. PENDAHULUAN .................................................................. 1
A. DESKRIPSI JUDUL ............................................................1
B. PRASYARAT .....................................................................1
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ..................................... 2
1. Petunjuk Bagi Peserta Diklat ........................................ 2
2. Peran Instruktur/Guru .................................................3
D. TUJUAN AKHIR ................................................................3
E. KOMPETENSI ...................................................................4
F. CEK KEMAMPUAN ............................................................5
II. PEMELAJARAN ................................................................... 7
A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT ...............................7
B. KEGIATAN BELAJAR .........................................................8
1. Kegiatan Belajar 1 : Konsep Dasar Jaringan LAN............ 8
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran..................................8
b. Uraian Materi 1 ...................................................... 8
c. Rangkuman 1.........................................................22
d. Tugas 1 ................................................................. 24
e. Tes Formatif 1........................................................24
f. Kunci Jawaban Formatif 1 .......................................24
g. Lembar Kerja 1 ......................................................26
v
2. Kegiatan Belajar 2 : Instalasi Perangkat Keras LAN ........28
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................28
b. Uraian Materi 2 ......................................................28
c. Rangkuman 2.........................................................39
d. Tugas 2 ................................................................. 39
e. Tes Formatif 2........................................................40
f. Kunci Jawaban Formatif 2 .......................................40
g. Lembar Kerja 2 ......................................................42
3. Kegiatan Belajar 3 : Instalasi dan Konfigurasi
Komponen LAN (soffware) pada sistem operasi
jaringan (windows) ......................................................44
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 3 .............................44
b. Uraian Materi 3 ......................................................44
c. Rangkuman 3.........................................................54
d. Tugas 3 ................................................................55
e. Tes Formatif 3........................................................55
f. Kunci Jawaban Formatif 3 .......................................56
g. Lembar Kerja 3 ......................................................57
III. EVALUASI ......................................................................... 59
A. PERTANYAAN .................................................................. 59
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI .............................................59
C. KRITERIA KELULUSAN .....................................................62
IV. PENUTUP ........................................................................... 63
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 64
vi
PETA KEDUDUKAN MODUL
SLTP & yang
sederajat
HDW.DEV.100.(2)
.A·
1 2 3
I II III
LULUS SMK
HDW.MNT.201.(2)
.A
HDW.MNT.203.(2)
.A
SWR.OPR.101.(2).

SWR.OPR.100.(1).
A
HDW.MNT.102.(2)
.A
SWR.OPR.102.(2).

HDW.MNT.101.(2)
.A
HDW.MNT.204.(2)
.A
SWR.MNT.201.(1)
.A
NTW.OPR.100.(2).

HDW.MNT.202.(2)
.A
HDW.MNT.205.(2)
.A
SWR.OPR.103.(2).

SWR.OPR.104.(2).

NTW.OPR.200.(2)
.A·
NTW.MNT.201.(2)
.A·
NTW.MNT.202.(2)
.A·
NTW.MNT.300.(3)
.A·
A 4
LULUS SMK
IV
vii
Keterangan :
HDW.DEV.100.(2).A· Menginstalasi PC
HDW.MNT.201.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan
periferal
HDW.MNT.203.(2).A Melakukan perbaikan dan / atau setting ulang sistem PC
HDW.MNT.204.(2).A Melakukan perbaikan periferal
HDW.MNT.101.(2).A Melakukan perawatan PC
HDW.MNT.102.(2).A Melakukan perawatan periferal
SWR.OPR.101.(2).A· Iinstalasi sistem operasi berbasis GUI (Graphical User
Interface)
SWR.OPR.102.(2).A· Instalasi sistem operasi berbasis text
SWR.OPR.100.(1).A Instalasi software
SWR.MNT.201.(1).A Mem-Back-Up dan Me-Restore software
NTW.OPR.100.(2).A· Instalasi perangkat jaringan lokal (Local Area
Network)
HDW.MNT.202.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang
tersambung jaringan
HDW.MNT.205.(2).A Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang koneksi
jaringan
SWR.OPR.103.(2).A· Instalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI (Graphical
User Interface)
SWR.OPR.104.(2).A· Instalasi sistem operasi jaringan berbasis text
NTW.OPR.200.(2).A· Iinstalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area
Network )
NTW.MNT.201.(2).A· Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung
jaringan berbasis luas (Wide Area Network )
NTW.MNT.202.(2).A· Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang koneksi
jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
NTW.MNT.300.(3).A· Mengadministrasi server dalam jaringan
A Merancang bangun dan menganalisa Wide Area Network
· Dalam tahap penyusunan SKKNI
viii
PERISTILAHAN/GLOSSARY
LAN : Local Area Network
Troubleshooting : Pemecahan permasalahan yang sering terjadi
Software : Piranti lunak, sebuah aplikasi program komputer
Topologi jaringan : Cara menghubungkan antar komputer
Server : Server adalah komputer yang menjadi sentral dan
menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain
Host : Workstation (komputer pengguna)
Protocol : Aturan
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI JUDUL
Instalasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) merupakan modul teori
dan atau praktikum yang membahas tentang penginstalan sampai dengan
pengujian jaringan LAN.
Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar, kegiatan belajar 1 berisi
tentang pengenalan konsep dasar, topologi, dan protocol yang dibutuhkan
oleh jaringan, kegiatan belajar 2 berisi tentang penginstalan perangkat
keras (hardware) dari LAN, kegiatan belajar 3 berisi tentang instalasi dan
konfigurasi komponen LAN secara software serta troubleshooting jaringan.
Dengan modul ini peserta diklat diharapkan mampu menjelaskan
prinsip/konsep dasar, melakukan instalasi/konfigurasi baik hardware
maupun software serta melakukan troubleshooting terhadap jaringan
LAN.
B. PRASYARAT
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini
adalah :
1. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Mengoperasikan PC
stand alone dengan sistem operasi berbasis GUI.
2. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Mengoperasikan PC
stand alone dengan sistem operasi berbasis Text.
3. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Menginstalasi
software.
4. Peserta diklat menguasai pengetahuan magnet dan induksi
elektromagnetik.
2
5. Peserta diklat menguasai pengetahuan pengoperasian sistem operasi
sesuai manual instruction.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk bagi Peserta Diklat
Peserta diklat diharapkan dapat berperan aktif dan berinteraksi dengan
sumber belajar yang mendukung, karena itu harus memperhatikan halhal
sebagai berikut :
a. Langkah-langkah belajar yang ditempuh
1) Persiapkan alat dan bahan!
2) Bacalah dengan seksama uraian materi pada setiap kegiatan belajar,
sehingga konsep dasar, serta cara-cara penginstalan jaringan LAN
dapat dipahami dengan baik. Bila ada yang belum jelas tanyakan pada
instruktur!
3) Lakukan pengecekan (troubleshooting) atas hasil penginstalan.
b. Perlengkapan yang harus dipersiapkan
Guna menunjang keselamatan dan kelancaran tugas yang harus
dilakukan, maka persiapkanlah seluruh perlengkapan yang diperlukan.
Beberapa perlengkapan yang harus dipersiapkan adalah :
1) Pakaian kerja (wearpack).
2) PC yang sudah terinstalasi dengan sistem operasi apakah sistem
operasi berbasis TEXT atau sistem operasi berbasis GUI
3) User manual sistem operasi.
4) Perangkat-perangkat jaringan, mulai dari kabel, konektor, NIC, HUB,
dll.
5) Log sheet atau report sheet yang ditetapkan (oleh perusahaan).
3
6) Peralatan atau instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit
kompetensi ini.
c. Hasil Pelatihan
Peserta diklat memahami dan mampu menginstal perangkat jaringan
lokal (baik hardware maupun software) dengan benar dan baik.
2. Peran Instruktur/Guru
Instruktur/guru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya
mempersiapkan diri sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi
Pemelajaran, penguasaan materi, pemilihan metode, alat bantu media
Pemelajaran dan perangkat evaluasi.
Instruktur/guru harus menyiapkan rancangan strategi Pemelajaran yang
mampu mewujudkan peserta diklat terlibat aktif dalam proses
pencapaian/penguasaan kompetensi yang telah diprogramkan.
Penyusunan rancangan strategi Pemelajaran mengacu pada Kriteria
Unjuk Kerja (KUK) pada setiap subkompetensi yang ada dalam GBPP.
D. TUJUAN AKHIR
1. Peserta diklat mampu menjelaskan tentang konsep dasar, topologi,
protocol jaringan LAN, serta pengkabelannya.
2. Peserta diklat dapat melaksanakan penginstalan jaringan lokal (LAN)
sesuai dengan prosedur.
3. Peserta diklat dapat melakukan pengujian melalui sistem operasi atau
aplikasi tertentu.
4
E. KOMPETENSI
SUB MATERI POKOK PEMELAJARAN
KOMPETENSI
KRITERIA
KINERJA
LINGKUP
BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Merencanakan
kebutuhan dan
spesifikasi
· Daftar
kebutuhan dan
spesi-fikasi
peralatan Local
Area Network
telah tersedia
· Buku manual
dan petunjuk
pengoperasian
komponen telah
tersedia
· Gambar topologi
jaringan telah
tersedia
· Prinsip dasar
jaringan
· Memilih
peralatan/
komponen
jaringan secara
teliti
· Menjelaskan
pengertian LAN,
WAN, MAN,
Internet,
Bandwidth, Data
dan Paket
· Mengidentifikasi
jenis-jenis topologi
jaringan
(Berdasarkan fisik
dan berdasarkan
logical)
· Merencanakan
dan me-milih
perangkat jaringan
sesuai dengan
fisik dan kondisi
lokasi
· Menguraikan
jenis-jenis
protokol jaringan
· Menjelaskan
konsep dasar ISOOSI
7 layer dan
TCP/IP 4 layer
· Menguraikan
konsep dasar dan
peng-alamatan IP
· Menjelaskan
konsep dasar
pengabelan LAN
· Menjelaskan
konsep pembagian
segmen dan
routing table pada
IP Address
Menginstalasi
Local Area
Network
· Prosedur / SOP
instalasi disiapkan
· Peralatan
instalasi (tools
kit) disiapkan
· Perangkat yang
ingin diinsta-lasi
diuji sesuai
dengan manual
tiap-tiap
komponen
· Local Area
Network
diinstalasi
menggunakan
prosedur,
cara/metode
dan peralatan
yang sudah
ditentukan
· Jenis dan
fungsi
perangkat
LAN dan
perluasannya
· Menerapkan
sikap disiplin
dalam
mengikuti
prosedur
instalasi
perangkat LAN
· Menjelaskan jenisjenis
perangkat
LAN
· Menjelaskan jenisjenis
koneksi LAN
· Memasang
perangkat Local
Area Network
· Memasang
jaringan peer-topeer
5
SUB MATERI POKOK PEMELAJARAN
KOMPETENSI
KRITERIA
KINERJA
LINGKUP
BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Mengatur
perangkat
menggunakan
software (melalui
setup BIOS dan
aktifasi
komponen
melalui sistem
operasi)
· Perangkat Local
Area Network
(misal Network
Card) diatur
menggunakan
software, baik
yang merupakan
software
bawaan, sistem
operasi ataupun
melalui BIOS,
sesuai dengan
buku manual
tiap-tiap
perangkat.
· Instalasi
perangkat
jaringan
pada sistem
operasi
berbasis GUI
· Instalasi
perangkat
jaringan
pada sistem
operasi
berbasisTEX
T
· Mengikuti
prosedur dalam
memasang
perangkat
jaringan
· Menginstall
network card dan
mengatur IP
· Memasang
Network Card dan
instalasi driver
· Memasang
jaringan peer to
peer
· Memanfaatkan
jaringan secara
optimal pada
sistem operasi
berbasis GUI dan
TEXT
Menguji Local
Area Network
· Hasil
pemasangan
perangkat Local
Area Network
diiuji
· Pengukuran
kualitas
sistem
jaringan
menggunaka
n software
maupun alat
ukur.
· Melaksanakan
pengu-kuran
LAN dengan
sabar dan teliti
· Menjelaskan jenisjenis
alat ukur
media jaringan
· Menjelaskan cara
pengujian LAN
melalui sistem
operasi atau
melalui aplikasi
tertentu
· Menggunakan
software
pengukuran/peng
ujian atau alat
ukur
· Menguji
konektifitas Local
Area Network
F. CEK KEMAMPUAN
Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki, maka isilah cek
list (􀂥) seperti pada tabel di bawah ini dengan sikap jujur dan dapat
dipertanggung jawabkan.
6
Saya dapat
Melakukan
Pekerjaan ini dengan
Kompeten
Sub
Kompetensi
Pernyataan
Ya Tidak
Bila Jawaban
“Ya” Kerjakan
Merencanakan
kebutuhan dan
spesifikasi
· Menjelaskan pengertian LAN, WAN,
MAN, Internet, Bandwidth
· Mengidentifikasi jenis-jenis topologi
jaringan (Berdasarkan fisik dan
berdasarkan logical)
· Menguraikan jenis-jenis protokol
jaringan
· Menjelaskan konsep dasar ISO-OSI 7
layer dan TCP/IP 4 layer
· Menguraikan konsep dasar dan pengalamatan
IP
· Menjelaskan konsep dasar
pengabelan LAN
· Menjelaskan konsep pembagian
segmen dan routing table pada IP
Address
Test Formatif 1
Test Formatif 1
Test Formatif 1
Test formatif 1
Test Formatif 1
Test Formatif 2
Test Formatif 2
Menginstalasi Local
Area Network
· Menjelaskan jenis-jenis perangkat
LAN
· Menjelaskan jenis-jenis koneksi LAN
Test formatif 2
Test formatif 2
Mengatur perangkat
menggunakan
software (melalui
setup BIOS dan
aktifasi komponen
melalui sistem
operasi)
· Menginstall network card dan
mengatur IP
Test formatif 3
Menguji Local Area
Network
· Menjelaskan jenis-jenis alat ukur
media jaringan
· Menjelaskan cara pengujian LAN
melalui sistem operasi atau melalui
aplikasi tertentu
Test formatif 3
Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas,
maka pelajarilah modul ini.
7
BAB II
PEMELAJARAN
A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT
Kompetensi : Menginstalasi perangkat jaringan lokal (Local area
Network)
Sub
Kompetensi Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Konsep dasar
jaringan dan
topologinya
Mengenal jenisjenis
protocol
beserta layer yang
ada padanya
Merencanakan
Kebutuhan dan
spesifikasi
Memahami konsep
dasar peng
alamatan IP
Menjelaskan jenisjenis
perangkatperangkat
LAN
Menginstalasi
Local Area
Network
Menjelaskan
konsep dasar
pengabelan dan
jenis-jenis koneksi
yang ada pada LAN
Mengatur
perangkat LAN
menggunakan
software (Setup
BIOS dan
aktifasi
komponen
melalui sistem
operasi)
Menginstall
network card dan
mengatur IP
(melalui set up
BIOS dan aktifasi
melalui sistem
operasi)
Menguji LAN Menjelaskan jenisjenis
alat ukur
media jaringan
serta cara
pengujian LAN
melalui sistem
operasi atau
melalui aplikasi
tertentu
8
B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1: Konsep dasar jaringan LAN
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu menjelaskan
dasar-dasar jaringan, topologi jaringan, dan Protocol jaringan.
b. Uraian Materi 1
1) Latar belakang dan sejarah jaringan
Pada tahun 1940-an di Amerika ada sebuah penelitian yang ingin
memanfaatkan sebuah perangkat komputer secara bersama. Ditahun 1950-
an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super
komputer, karena mahalnya harga perangkat komputer maka ada tuntutan
sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. Dari sinilah maka
muncul konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan
nama TSS (Time Sharing System), bentuk pertama kali jaringan (network)
komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung
secara seri ke sebuah host komputer.
Gambar 1. Time Sharing System
9
Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi proses distribusi (Distributed
Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan
sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal
yang tersambung secara seri disetiap host komputer.
Gambar 2, Distributed Processing
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan
konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan
jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama
maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa
melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi
jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN (Local Area Network).
Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar
LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan
raksasa ditingkat dunia yang disebut dengan istilah WAN (Word Area
Network).
10
2) Jenis-jenis jaringan
Secara umum jaringan komputer terdiri atas lima jenis :
a) Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam
sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.
LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer
pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrikpabrik
untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer)
dan saling bertukar informasi.
b) Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN
yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang
sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang
letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan
untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang
data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi
kabel.
c) Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah
geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua.
WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk
menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
d) Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan di dunia ini, seringkali
menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda.
Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa
berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya.
Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang
seringkali tidak compatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal
11
ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan
hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik
perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang
terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
e) Wireless (Jaringan tanpa kabel), jaringan tanpa kabel merupakan
suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa dilakukan dengan
jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat
informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas
mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel
diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil
atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan
dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan
akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan
kabel.
3) Topologi Jaringan
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan
komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini
banyak digunakan adalah Bus, Token-Ring, dan Star Network. Masingmasing
topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan
kekurangannya sendiri.
a) Topologi Bus
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di
mana seluruh workstation dan server dihubungkan.
12
Gambar3. Topologi Jaringan Bus
Keuntungan
· Hemat kabel
· Layout kabel sederhana
· Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat
dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain
Kerugian
· Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
· Kepadatan lalu lintas pada jalur utama
· Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di
sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami
gangguan
· Diperlukan repeater untuk jarak jauh
b) Topologi Token Ring
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan
sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation
ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu
komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai
maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.
13
Gambar 4. Topologi jaringan Token-Ring
Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan
selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan,
sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan
akan terganggu.
Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan
pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat
mengirimkan data pada suatu saat.
c) Topologi Star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara
langsung ke server atau HUB. Keunggulan dari topologi tipe Star ini
adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation
ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan
semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara
keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka
gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang
bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak
14
mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan
kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.
Gambar 5. Topologi Jaringan Star
Keuntungan
· Paling fleksibel
· Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu
bagian jaringan lain
· Kontrol terpusat
· Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan
jaringan
Kerugian
· Boros kabel
· Perlu penanganan khusus
· Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
15
4) Type Jaringan
Type Jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type
jaringan, yaitu client-server dan type jaringan peer to peer.
a) Jaringan Client-Server
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputerkomputer
lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer
yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.
Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server
karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada
workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai
workstation.
Keunggulan
· Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan
pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server)
yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
· Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena
terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator
jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
· Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server
backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh
data yang digunakan di dalam jaringan.
Kelemahan
· Biaya operasional relatif lebih mahal.
· Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih
untuk ditugaskan sebagai server.
· Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server
mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan
terganggu.
16
b) Jaringan Peer To Peer
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka
server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server,
karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus
dapat berperan sebagai workstation.
Keunggulan
· Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas
yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
· Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe
jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya
server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan
dan menyediakan fasilitas jaringan.
· Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server.
Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan
secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
Kelemahan
· Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe
peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam
komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah
antara server dengan workstation.
· Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server,
karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian
fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
· Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user
dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
· Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam
jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer
tersebut.
17
5) Protocol Jaringan
Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer
diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetujui berbagai
pihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk
berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa
yang dimengerti kedua belah pihak.
Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan
protocol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah
standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat
aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open
System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor
perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi
ini dalam mengembangkan protocolnya.
Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai
dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produkproduk
LAN saja, tetapi dalam membangun jaringan Internet sekalipun
sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol
Internet bisa dilihat dalam tabel 1 berikut:
18
Tabel 1. Hubungan antara model OSI dengan protokol Internet
Model OSI TCP/IP Protocol TCP/IP
No Lapisan Nama Protokol Kegunaan
DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol)
Protokol untuk distribusi IP pada
jaringan dengan jumlah IP yang
terbatas
DNS (Domain Name
Server)
Data base nama domain mesin
dan nomer IP
FTP (File Transfer
Protocol)
Protokol untuk transfer file
HTTP (Hyper Text
Transfer Protocol)
Protokol untuk transfer file HTML
dan Web
MIME (Multipurpose
Internet Mail Extention)
Protokol untuk mengirim file
binary dalam bentuk teks
NNTP (Network News
Transfer Protocol)
Protokol untuk menerima dan
mengirim newsgroup
POP (Post Office
Protocol)
Protokol untuk mengambil mail
dari server
7 Aplikasi
SMB (Server Message
Block)
Protokol untuk transfer berbagai
server file DOS dan Windows
SMTP (Simple Mail
Transfer Protocol)
Protokol untuk pertukaran mail
SNMP (Simple Network
Management Protocol)
Protokol untuk menejemen
jaringan
Telnet Protokol untuk akses dari jarak
jauh
6 Presentasi
TFTP (Trivial FTP) Protokol untuk transfer file
NETBIOS (Network Basic
Input Output System)
BIOS jaringan standar
RPC (Remote Procedure
Call)
Prosedur pemanggilan jarak jauh
5 Sessi
Aplikasi
SOCKET Input Output untuk network jenis
BSD-UNIX
TCP (Transmission
Control Protocol)
Protokol pertukaran data
berorientasi (connection oriented)
4 Transport Transport
UDP (User Datagram
Protocol)
Protokol pertukaran data nonorientasi
(connectionless)
IP (Internet Protocol) Protokol untuk menetapkan
routing
RIP (Routing Information
Protocol)
Protokol untuk memilih routing
ARP (Address Resolution
Protocol)
Protokol untuk mendapatkan
informasi hardware dari nomer IP
3 Network Internet
RARP (Reverse ARP) Protokol untuk mendapatkan
informasi nomer IP dari hardware
19
(Lanjutan Tabel 1)
Data link
LLC
PPP (Point to Point
Protocol)
2 Protokol untuk point ke point
Data Link
MAC
SLIP (Serial Line Internet
Protocol)
Protokol dengan menggunakan
sambungan serial
1 Fisik
Network
interface
Ethernet, FDDI, ISDN, ATM
Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi
juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International
Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute),
NCITS (National Committee for Information Technology Standardization),
bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical
and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya
bahkan vendor-vendor produk LAN ada yang memakai standar yang
dihasilkan IEEE.
6) IP Address
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan
peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri
atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok
angka desimal yang dipisahkan
oleh tanda titik seperti 193.160.5.1.
Tabel 2. Contoh IP Address
Network ID Host ID
193 160 5 1
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana
network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID
20
menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP
address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan
di mana host itu berada.
Kelas-kelas IP Address
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai,
IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel
dibawah
Tabel 3. Pembagian kelas IP Address
Kelas Network ID Host ID Default Sub net
Mask
A xxx.0.0.1 xxx.255.255.254 255.0.0.0
B xxx.xxx.0.1 xxx.xxx.255.254 255.255.0.0
C xxx.xxx.xxx.1 xxx.xxx.xxx.254 255.255.255.0
IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang
sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat
16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. Pada IP address kelas
A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit
berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A,
misalnya 113.46.5.6 ialah:
Network ID = 113
Host ID = 46.5.6
IP address di atas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran
sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit
21
pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian,
cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1 :
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92.
Dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat
menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx –
191.155.xxx.xxx.
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil
(LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk
sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP
address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID
dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya
konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu
mengalokasikan IP address seefisien mungkin.
7) Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan
nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan
menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan
arsitektur hierarki :
a) Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan
sebagai tanda titik (.).
b) Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya:
.com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh
perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain
22
itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan
negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au
untuk australia.
c) Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau
perusahaan, misalnya: microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.
8) DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis
menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol atau diisi secara
manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis
pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja
dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu
kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam
memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address
tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
c. Rangkuman 1
1) JARINGAN komputer adalah kumpulan komputer, printer dan
peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan
data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga
memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar
dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersamasama
menggunakan hardware/software yang terhubung dalam
jaringan.
2) Ada lima jenis jaringan komputer, Local Area Network (LAN),
Metropolitan Area Network (MAN), Wide Area Network (WAN),
Internet, dan Jaringan tanpa kabel.
23
3) Topologi jaringan adalah suatu cara untuk menghubungkan komputer
yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan.
Cara yang saat ini banyak digunakan adalah Bus, Token-Ring, dan
Star Network.
4) Tipe jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua
type jaringan, yaitu client-server dan type jaringan peer to peer.
5) Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor
komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetujui
berbagai pihak. Aturan baku itulah yang disebut PROTOCOL. Untuk itu
maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO
(International Standardization Organization) membuat aturan baku
yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System
Interconnection). Selain OSI ada badan dunia lainnya seperti ITU
(International Telecommunication Union), ANSI (American National
Standard Institute), NCITS (National Committee for Information
Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi
profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan
ATM-Forum di Amerika yang juga membuat aturan standar ini.
6) IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan
peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address
terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat
kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti
193.160.5.1. Ada 3 macam IP address : IP Addres kelas A (untuk
jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, 16.777.214), IP
Address kelas B (untuk jaringan berukuran sedang dan besar), dan IP
address kelas C (untuk jaringan berukuran kecil-LAN).
24
d. Tugas 1
1) Pelajarilah uraian materi tentang konsep dasar jaringan – LAN ini
dengan baik. Buatlah rangkuman dari materi tersebut, diskusikan
dengan teman anda!
2) Masuklah ke LAB komputer di sekolah anda. Lakukan pengamatan
terhadap jaringan LAN yang sudah ada. Amati dan catat : Topologi
dan type jaringan yang digunakan . Jelaskan!
3) Gambar dan jelaskan struktur protokol TCP/IP!
4) Gambar dan jelaskan tentang konsep IP address!
e. Test Formatif 1
1) Apakah yang dimaksud dengan topologi jaringan star? Jelaskan
kelebihan dan kelemahanya!
2) Apa yang dimaksud dengan server dan apa pula dengan client dalam
type jaringan client server? Apa kelebihan dan kekuranganya
dibandingkan dengan type peer to peer?
3) Ada berapa layerkah protokol menurut referensi OSI? Sebutkan!
4) Sebuah Komputer memiliki IP address 134.68.5.15, apa kelas,
network ID, dan host ID dari IP address tersebut?
f. Kunci Jawaban Test Formatif 1
1) Topologi jaringan star adalah cara menghubungkan komputer ke
jaringan dengan cara masing-masing komputer/workstation
dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari
topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri
untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur
25
komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan
meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila
terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan
terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan
dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami
gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang
lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.
2) Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputerkomputer
lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer
yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh
server.
Kelebihan type jaringan client server:
· Kecepatan akses lebih tinggi.
· Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena ada
administrator jaringan.
· Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server
backup dilakukan terpusat di server.
Kelemahanya:
· Biaya operasional relatif lebih mahal.
· Diperlukan satu komputer khusus dengan kemampuan lebih sebagai
server.
· Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server.
3) Menurut OSI (Open System Interconnection) ada 7 layer/lapisan
protocol, yaitu:
- Phisic layer
- Data link layer
- Network layer
- Transport layer
26
- Session layer
- Presentation layer
- Application layer
4) IP address 134.68.5.15. Maka :
- IP address tersebut punya kelas B ( range B 128.0.xxx.xxx –
191.155.xxx.xxx)
- Network ID = 134.68
- Host ID = 5.15
g. Lembar Kerja 1
Alat dan bahan :
1) Pensil/ball point ................................................ 1 buah
2) Rapido (0,2, 0,4, dan 0.8) ................................. 1 buah
3) Penghapus ........................................................ 1 buah
4) Kertas gambar manila A3 .................................. 1 lembar
5) Kertas folio ......................................................... secukupnya
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatan belajar.
3) Menjaga kebersihan gambar yang akan dibuat dan lingkungan
sekitarnya.
4) Menjaga kebersihan dan kerapian lembar kerja yang lain (kertas
folio).
5) Meletakkan peralatan pada tempatnya.
27
Lembar Kerja 1
1) Persiapkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan !
2) Rekatkanlah kertas gambar dengan isolasi pada sudut kertas gambar!
3) Buatlah garis tepi!
4) Buatlah sudut keterangan gambar (stucklyst)!
5) Buatlah gambar Topologi jaringan baik topologi Bus, token Ring,
maupun Star!
6) Lakukan proses pembuatan gambar tersebut dengan baik dan benar
(secara konvensional) !
7) Setelah selesai menggambar topologi jaringan, ambilah kertas folio
secukupnya. Buatlah skema yang menjelaskan tentang protocol
TCP/IP dan IP address, meliputi: bagaimana kedudukan protocol
TCP/IP terhadap referensi OSI maupun protocol yang lainya,
bagaimana pengkelasan dalam IP address dilaksanakan (kelas A, B,
C), bagaimana memahami network ID dan host ID!
8) Setelah selesai laporkan hasil kerja anda, dan kembalikan semua alat
dan bahan ke tempat semula !
28
2. Kegiatan Belajar 2 : Instalasi Perangkat Keras
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 2
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
melaksanakn instalasi hardware jaringan LAN dengan baik dan benar.
b. Uraian materi 2
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen
hardware dan software. Komponen software meliputi: Personal
Computer (PC), Network Interface Card (NIC) dan Kabel. Sedangkan
komponen software meliputi : Sistem Operasi Jaringan, Network
Adapter Driver, Protokol Jaringan.
Pada kegiatan belajar 2 akan difokuskan pada komponen hardware dari
LAN.
1) Personal Computer
Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat
menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk
kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan
dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang
difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja lebih
tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation-nya,
karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola
operasional jaringan tersebut.
2) Network Internet Card (NIC)
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic)
atau network card, yaitu ISA dan PCI. Saat ini jenis network card yang
banyak digunakan, yaitu PCI.
29
Gambar 6. Jenis Network Card
3) Pengkabelan
Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel,
menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, namun bukan berarti
kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan terminator
diujungnya). Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung
antar komputer pun mengalami perubahan serupa, mulai dari teknologi
telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat
optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer.
Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan
teknologi “kelas” museum (seperti 10BASE2 menggunakan kabel
Coaxial) hingga menggunakan teknologi “langit” (seperti laser dan serat
optik). Akan dibahas sedikit bagaimana komputer terhubung satu sama
lain, mulai dari teknologi kabel Coaxial hingga teknologi laser.
30
Pemilihan jenis kabel sangat terkait erat dengan topologi jaringan yang
digunakan. Sebagai contoh untuk jenis topologi Ring umumnya
menggunakan kabel Fiber Optik (walaupun ada juga yang
menggunakan twisted pair). Topologi Bus banyak menggunakan kabel
Coaxial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit
untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar
matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur
secara benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang
dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai
kemampuan maksimalnya. Topologi jaringan Star banyak menggunakan
jenis kabel UTP. Topologi jaringan dan jenis kabel yang umum
digunakan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.Topologi Jaringan dan Jenis Kabel yang Sering Digunakan
Topologi Jaringan Jenis kabel yang umum digunakan
Topologi Bus Coaxial, twisted pair, fiber
Topologi Ring Twisted pair, fiber
Topologi Star Twisted pair, fiber
Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang
berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada tiga jenis
kabel yang dikenal secara umum, yaitu:
· Coaxial cable
· Fiber Optik
· Twisted pair (UTPunshielded twisted pair dan STP shielded twisted
pair)
31
a) Kabel Coaxial
Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu thick coaxial cable (mempunyai
diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter
lebih kecil).
Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3
10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan
biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai
standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet,
atau bahkan hanya disebut sebagai yellow cable.
Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai
spesifikasi dan aturan sebagai berikut :
· Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm
(dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan
menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor
mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar).
· Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached
devices) atau berupa populated segments.
· Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external
transceiver).
· Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk
dalam hal ini repeaters.
· Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau
sekitar 500 meter).
32
· Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500
meter).
· Setiap segment harus diberi ground.
· Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke
perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
· Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
Gambar 7. Kabel Coaxial Thicnet dan Thinnet
Thin coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir,
terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang
besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis
ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter
rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap
lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC Tconnector.
Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau
ThinNet.
Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika
diimplementasikan dengan Tconnector dan terminator dalam sebuah
jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut :
33
· Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
· Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
· Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat
jaringan (devices).
· Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak
perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
· Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated
segment).
· Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
· Panjang minimum antar TConnector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
· Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet
(555 meter).
b) Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan
besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit.
Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan
dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan
media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.
34
Gambar 8. Kabel Fiber Optik
c) Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded twisted
pair (STP) dan unshielded twisted pair (UTP). STP adalah jenis kabel
yang memiliki selubung pembungkus sedangkan UTP tidak mempunyai
selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan
konektor RJ-11 atau RJ-45.
Tabel 5. Kategori Twisted Pair Cable
Kategori
kabel
Type Feature
Type CAT 1 UTP Analog (biasanya digunakan di
perangkat telephone pada umumnya
dan pada jalur ISDN –integrated service
digital networks. Juga untuk
menghubungkan modem dengan line
telepon)
Type CAT 2 UTP Up to 1 Mbits (sering digunakan pada
topologi token ring)
Type CAT 3 UTP, STP 16 Mbits data transfer (sering digunakan
pada topologi token ring atau 10BaseT)
Type CAT 4 UTP, STP 20 Mbits data transfer (biasanya
digunakan pada topologi token ring)
Type CAT 5 100 Mbits data transfer / 22 db
Type CAT
5enhanced
UTP, STP 1 Gigabit Ethernet up to 100 meters - 4
copper pairs (kedua jenis CAT5 sering
digunakan pada topologi token ring
16Mbps, Ethernet 10Mbps atau pada
Fast Ethernet 100Mbps)
Type CAT 6 Up to 155 MHz or
250 MHz
2,5 Gigabit Ethernet up to 100 meters
or 10
Gbit/s up to 25 meters . 20,2 db
(Gigabit Ethernet)
Type CAT 7 Up to 200 MHz or
700 Mhz
Giga-Ethernet / 20.8 db
(Gigabit Ethernet)
35
Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk
suatu pola Star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang
tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable)
dibandingkan dengan thin coax, karena HUB mempunyai kemampuan
data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi. Saat ini
ada beberapa grade atau kategori dari kabel twisted pair. Kategory
tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah :
Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk
masing-masing kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing
merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel
(isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masing-masing
pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran frekuensi yang
bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan juga kualitas isolator
sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel (noise bisa ditekan
sedemikian rupa). Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan
CAT5 enchanced mempunyai standar industri yang sama, namun pada
CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi
atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk
menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.
Gambar 9. Kabel UTP, STP dan Konektor RJ-45
36
UTP Cable (khususnya CAT5 / CAT5e)
Kategori 5 atau 5e adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas
yang tinggi, dan yang paling disarankan, baik pada 10 Mbps dan Fast
Ethernet (100Mbps). Konector yang bisa digunakan untuk UTP Cable
CAT5 adalah RJ-45. Untuk penggunaan koneksi komputer, dikenal 2
buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight cable dan
crossover cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda,
straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke HUB/Router,
sedangkan crossover cable digunakan untuk menghubungkan client ke
client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan HUB
ke HUB.
Gambar 10. UTP cable CAT 5
Straigt Cable
Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna.
Sebenarnya urutan warna dari masing-masing kabel tidak menjadi
37
masalah, namun ada standard secara internasional yang digunakan
untuk straight cable ini, seperti tabel 6 :
Tabel 6. Standar Pemasangan Kabel UTP pada Konektor RJ-45
Pin 1 wire color: White/orange
Pin 2 wire color: Orange
Pin 3 wire color: White/green
Pin 6 wire color: Blue
Pin 4 wire color: White/blue
Pin 5 wire color: Green
Pin 7 wire color: White/brown
Pin 8 wire color: Brown
Gambar11 . Menghubungkan Komputer Ke HUB/Router,
Maka Digunakan Cara Straigth Cable
38
Crossover Cable
Gambar12. Dasar Koneksi Crossover Untuk Kabel UTP
Gambar 13. Pemasangan Kabel UTP Untuk Crossover
Gambar 14
Menghubungkan Dua Komputer Tanpa Menggunakan HUB (Peer To Peer),
Atau Menghubungkan HUB Dengan HUB, Maka Digunakan Crossover Cable
39
c. Rangkuman 2
1) LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen
hardware dan software. Komponen hardware meliputi : Personal
Computer (PC), Network Interface Card (NIC) dan Kabel. Sedangkan
komponen software meliputi : Sistem Operasi Jaringan, Network
Adapter Driverdan Protokol Jaringan.
2) Ada tiga jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu :
· Coaxial cable
· Fiber Optik
· Twisted pair (UTP unshielded twisted pair dan STP shielded twisted
pair)
2) Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu thick coaxial cable (mempunyai
diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter
lebih kecil).
3) Ada 2 type penyambungan kabel untuk jaringan komputer, yaitu
straight cable dan crossover cable dimana masing-masing punya
fungsi ynag berbeda. Straight cable digunakan untuk menghubungkan
client ke HUB/Router, sedangkan crossover cable digunakan untuk
menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan
untuk menghubungkan HUB ke HUB.
d. Tugas 2
1) Pelajarilah uraian materi tentang konsep dasar jaringan – LAN ini
dengan baik. Buatlah rangkuman dari materi tersebut, diskusikan
dengan teman anda!
2) Gambar dan jelaskan bagian-bagia dari kabel :
40
a) Coaxiall
b) Twisted pair (UTP dan STP)
c) Fiber Optik
3) Gambar dan jelaskan penyambungan/koneksi kabel UTP untuk :
sambungan straigtn cable dan crossover cable
e. Tes Formatif 2
1) Apa aturan/spesifikasi yang harus dikuti agar penggunaan kabel
coaxiall jenis thinnet optimal?
2) Sebutkan pula aturan/spesifikasi yang harus dikuti agar penggunaan
kabel Coaxiall jenis thicknet optimal?
3) Mengapa dalam kabel twisted ada beberapa categori yang berbeda?
4) Jelaskan apa dan bagaimana penyambungan kabel UTP straight cable
dan crossover cable!
f. Kunci Jawaban Test Formatif 2
1) Agar penggunaan thick coaxial optima l:
· Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm.
· Maksimum 3 segment .
· Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external
transceiver).
· Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan.
· Maksimum panjang kabel per segment adalah sekitar 500 meter.
· Maksimum jarak antar segment adalah sekitar 1500 meter.
· Setiap segment harus diberi ground.
· Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke
perangkat (device) adalah sekitar 5 meter.
· Jarak minimum antar tap adalah 8 feet 2,5 meter.
41
2) Agar thin Coaxial optimal
· Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
· Panjang maksimal kabel adalah 185 meter per segment.
· Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat.
· Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard.
· Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain
· Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
· Panjang minimum antar T-Connector adalah0.5 meter.
· Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet
(555 meter).
3) Pemberian katagori 1/2/3/4/5/6 dalam twisted cable merupakan
katagori spesifikasi untuk masing-masing kabel tembaga dan juga
untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel,
kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas
“belitan” (twist) masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk
menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel
tersebut, dan juga kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek
induksi antar kabel (noise bisa ditekan sedemikian rupa).
4) Penyambungan straigt cable digunakan untuk menghubungkan
client ke HUB/Router. Penyambungannya dilakukan dengan
menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna.
Sedangkan penyambungan crossover digunakan untuk
menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan
untuk menghubungkan hub ke hub. Penyambungan dilakukan seperti
di bawah :
42
Gambar 15. Koneksi Crossover untuk Kabel UTP
g. Lembar Kerja 2
Alat dan bahan :
1) Pensil/ball point ................................................ 1 buah
2) Penghapus ........................................................ 1 buah
3) Kertas folio ......................................................... secukupnya
4) Komputer (termasuk NIC) ................................... 2 unit
5) HUB ................................................................... 1 unit
6) Toolsheet ........................................................... 1 unit
7) Kabel UTP/STP.................................................... secukupnya
8) Konektor RJ 45 ................................................... 2 buah
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatan belajar.
3) Hati-hati ketika membuka/menutup casing komputer.
43
Lembar Kerja 2
1) Amati jenis kabel dan konektor yang mernghubungkan komputer anda
(laboratorium komputer sekolah) dengan jaringan. Catat jenis kabel
dan konektor yang digunakan! Amati pula topologi jaringan yang
digunakan di laboratorium!
2) Bukalah casing komputer anda. Dengan hati-hati lepas (amati) NIC
yang digunakan. Catat jenisnya! Pasang dan tutup kembali casing
komputer anda.
3) Ambil kabel UTP. Kupas ujung dari kabel.
4) Pasang konektor RJ-45 pada kabel yang telah anda kupas! (lihat
referensi pada modul).
5) Buat hubungan straigt cable untuk menghubungkan komputer anda
dengan HUB! (Lihat referensi pada modul).
6) Buat hubungan crossover cable untuk menghubungkan komputer 1
dengan komputer 2 (Lihat referensi pada modul).
7) Periksakan hasil kerja anda pada instruktur.
8) Kembalikan seluruh peralatan pada tempatnya.
44
3. Kegiatan Belajar 3 : Instalasi, konfigurasi, dan pengujian LAN
(software) pada sistem operasi (windows).
a. Tujuan Pemelajaran 3
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
melaksanakn instalasi dan konfigurasi komponen LAN (secara software),
serta menguji jaringan dengan baik dan benar sesuai prosedur.
b. Uraian materi 3
Walaupun secara fisik hardware telah dipasang (komputer dan NIC,
pengkabelan, konektor, dan HUB, dll), tapi jaringan komputer belum
dapat difungsikan. Karena setiap device yang dipasang butuh driver yang
harus diinstal dan perlu dikonfigurasikan terlebih dahulu. Dalam modul ini
akan dibahas instalasi dan konfigurasi jaringan dengan sistem operasi
windows.
Selanjutnya akan dilakukan pengujian apakah komputer telah terhubung
dengan benar, dan bisa berhubungan dengan jaringan lokal (LAN).
1) Mengidentifikasi komputer di dalam jaringan
Komputer dengan sistem operasi Windows 98 di dalam jaringan komputer
harus menggunakan nama yang unik untuk menghindari adanya
tumpang-tindih dengan komputer lain. Untuk memberikan nama dapat
mengikuti langkah-langkah berikut :
a) Pilih Start, Settings, dan Control Panel.
b) Double-klik ikon Network dan klik tab Identification.
Akan muncul kotak dialog seperti gambar….
45
c) Masukkan nama komputer, workgroup dan deskripsi komputer untuk
komputer yang akan digunakan.
d) Klik OK.
Gambar 16.
Kotak Dialog untuk Memberikan Nama Komputer nalam Jaringan
2) Menginstal dan Mengkonfigurasi Network Interface Card
Network Interface card (NIC) harus dipasang di dalam komputer, agar
komputer dapat “berinteraksi” dengan jaringan. Windows 98 mendukung
beberapa tipe network, yaitu :
a) Ethernet,
b) Token Ring,
c) Attached Resource Computer Network (ARCNet),
d) Fiber Distributed Data Interface (FDDI),
46
e) Wireless, infrared,
f) Asynchronous Transfer Mode (ATM).
Setelah NIC dipasang dalam slot komputer secara benar selanjutnya
driver jaringan harus diinstal. Untuk meninstal dan mengkonfigurasi driver
dapat dilakukan sebagai berikut :
a) Control Panel, double-klik icon Network.
b) Pilih tab Configuration, klik Add.
c) Setelah itu muncul kotak dialog Select Network Component Type,
klik Adapter, lalu klik Add.
Gambar 17.
Kotak Dialog untuk Menginstal dan Konfigurasi Jaringan
d) Pilih jenis adapter yang digunakan, setelah itu klik OK.
e) Klik OK untuk menutup kotak dialog Network Properties.
47
Setelah meng-copy file driver yang dibutuhkan untuk mengenali kartu
jaringan, Windows 98 akan me-restart komputer.
f) Setelah komputer di-restart, konfigurasi kartu jaringan dari Control
Panel dan double-klik icon Network.
g) Pilih Adapter, lalu klik Properties.
3) Menginstall Protokol Jaringan
Untuk dapat “berkomunikasi” dalam jaringan komputer, komputer harus
mempunyai protokol. Prosedur yang dapat dilakukan untuk menginstall
protokol jaringan adalah :
a) Buka Control Panel dan double-klik icon Network.
b) Dalam tab Configurasi klik Add.
c) Pada kotak dialog Select Network Component Type, pilih
Protocol dan klik Add.
d) Pilih Manufacturer dan Network Protocol dan klik OK.
Gambar 18. Kotak Dialog untuk Menginstal Protokol
48
Windows98 menyediakan multiple-protokol di dalam satu komputer
meliputi :
· NetBIOS Enhanced User Interface (NetBEUI) protokol sederhana
yang dapat digunakan untuk hubungan LAN sederhana dengan hanya
satu subnet yang bekerja berdasarkan penyiaran.
· Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX)
protokol yang digunakan dalam lingkungan Novell NetWare. IPX/SPX
tidak direkomendasikan untuk penggunan non-NetWare, karena
IPX/SPX tidak universal seperti TCP/IP.
· Microsoft Data-link Control(DLC) dibuat oleh IBM digunakan untuk
IBM mainframe.
· Transmission Control Protocol/Internet Protokol (TCP/IP) protokol
standar yang umum.
· Fast Infrared Protocol digunakan secara wireless (tanpa kabel),
protokol yang mendukung penggunaan hubungan jarak dekat dengan
menggunakan infrared. IrDA (infrared Data Association) digunakan
antara lain oleh komputer, kamera, printer, dan personal digita
assistant (PDA) untuk saling berkomunikasi.
· Asynchronous Transfer Mode (ATM) teknologi jaringan high-speed
yang mampu mengirim data, suara, dan video secara real-time.
4) Konfigurasi TCP/IP
Implementasi TCP/IP pada Windows 98 meliputi:
a) Internet Protocol (IP),
b) Transmission Control Protocol (TCP),
c) Internet Control Message Protocol (ICMP),
49
d) Address Resolusion Protocol (ARP),
e) User Datagram Protocol (UDP).
TCP/IP harus dikonfigurasikan terlebih dahulu agar bisa “berkomunikasi”
di dalam jaringan komputer. Setiap kartu jaringan (NIC) yang telah
diinstall memerlukan IP address dan subnet mask. IP address harus unik
(berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk
membedakan network ID dari host ID.
5) Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis
menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) atau diisi
secara manual.
Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address :
a) Buka Control Panel dan double-klik icon Network.
b) Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar
untuk kartu jaringan yang telah diinstall.
c) Klik Properties.
50
Gambar 19. Kotak Dialog untuk Memberikan IP Address
d) Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:
· Obtain an IP address automatically
IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi
untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer
yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi
client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP
address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam
memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address
tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara
dinamis.
· Specify an IP address
IP address dan subnet mask diisi secara manual.
51
e) Klik OK.
f) Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP
Properties, klik tab Gateway, masukkan nomor alamat server.
g) Klik OK.
h) Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service
(WINS) server, kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties,
klik tab WINS Configuration, dan klik Enable WINS Resolution
serta masukan nomor alamat server.
i) Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS),
kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS
Configuration, klik Enable DNS, masukkan nomor alamat server.
j) Klik OK.
6) Menguji/Test Jaringan
Setelah proses instalasi dan konfigurasi sistem jaringan (baik hardware
maupun software) selesai, maka perlu dilakukan test/uji. Hal ini
dimaksudkan untuk melihat apakah instalasi (mulai dari memasang kabel
sampai dengan konfigurasi sistem secara software) telah dilakukan
dengan benar.
Untuk mengetest TCP/IP, salah satu caranya dapat dilakukan dengan
instruksi ipconfig yang dijalankan under DOS. Lihat gambar 20!
52
Gambar 20. Test TCP/IP Menggunakan ipconfig
Perintah IPConfig digunakan untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP
yang terpasang pada Komputer kita. dari gambar diatas kita dapat
melihat beberapa informasi penting setelah kita menjalankan perintah
IPConfig pada jendela command prompt di komputer kita, misalnya
adalah kita bisa melihat Host Name, primary DNS jaringan, physical
Address dan sebagainya. Harus diingat bahwa perintah ini dapat
dijalankan dengan baik apabila telah terpasang Network Card di
komputer anda. Ipconfig menampilkan informasi berdasarkan Network
Card yang terpasang.
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah
berjalan dengan baik, utilitas ping dapat digunakan.
53
Gambar 21. Utilitas Ping untuk Memeriksa Koneksi Jaringan
Utilitas ping digunakan untuk mengecek apakah jaringan kita sudah bisa
berfungsi dan terhubung dengan baik, misalkan pada gambar diatas
terlihat perintah ping LocalHost, jika kita melihat ada keluar pesan
Replay form No IP ( 127.0.0.1 ) besarnya berapa bites dan waktunya
berapa detik itu menandakan bahwa perintah untuk menghubungkan ke
LocalHost dapat berjalan dan diterima dengan baik, namun seandainya
jika kita melakukan ping untuk nomor IP yang tidak dikenal seperti
gambar 20 diatas maka akan dikeluarkan pesan Request Time Out
yang berarti nomor IP tidak dikenal dalam jaringan tersebut ( ping
192.168.0.90 ). Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :
Misalkan anda telah men-setup 2 buah terminal dengan alamat IP
202.159.0.1 dan 202.159.0.2, anda dapat melakukan test ping di mode
dos dengan mengetik "PING 202.159.0.2" dari terminal dengan IP
address 202.159.0.1 dan anda akan mendapatkan respon seperti :
54
Pinging 202.159.0.2 with 32 bytes of data:
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Jika anda mendapatkan respon seperti diatas, maka koneksi jaringan
sudah benar. Respon lain selain contoh diatas diartikan bahwa jaringan
anda belum bekerja dengan benar. Kesalahan dapat saja terjadi di sistem
pengkabelan, kartu jaringan, atau setup network.
Catatan : TTL adalah Time To Live, yaitu batasan waktu agar paket data
tersebut tidak mengambang dijaringan.
c. Rangkuman 3
1) Walaupun secara fisik hardware/device jaringan telah terpasang
namun jaringan komputer tidak otomatis dapat difungsikan, tapi perlu
diinstal dan dikonfigurasikan terlebih dahulu.
2) Sistem operasi windows mendukung user untuk membangun sistem
jaringan, baik lokal (LAN) maupun secara global (internet). Fasilitasfasiltas
yang disediakan oleh windows cukup lengkap.
3) Di dalam jaringan komputer harus diidentifikasikan sehingga punya
nama yang spesifik, tidak tumpang tindih dengan komputer lain.
4) Selain nama-nama komputer yang unik, hal-hal yang perlu
dikonfigurasi anatara lain: NIC, Protocol jaringan, Konfigurasi TCP/IP,
dan memberikan IP address.
5) Setelah proses instalasi dan konfigurasi jaringan selesai, jaringan
haruslah di test, untuk melihat apakah instalasi (mulai dari memasang
55
kabel sampai dengan konfigurasi sistem secara software) telah
dilakukan dengan benar, dan bisa beroperasi dengan baik ataukah
belum. Jika belum berati masih ada kesalahan dan haruslah diperbaiki.
d. Tugas 3
1) Pelajarilah uraian materi tentang instalasi dan konfigurasi komponen
LAN (secara software—driver) dengan baik. Buatlah rangkuman dari
materi tersebut, diskusikan dengan teman anda!
2) Buka control panel network dari menu komputer anda! (start à
setting à control panel à setting). Klik beberapa tombol yang ada di
situ (Lakukan eksplorasi). Amati dan catat apa yang terjadi, dan
simpulkan apa fungsinya!
3) Cari dan baca makalah/materi yang terkait test/uji jaringan.
Diskusikan dengan teman anda!
e. Tes Formatif 3
1) Mengapa hardware/device jaringan, walaupun sudah
diinstal/dipasang, tapi jaringan komputer belum bisa difungsikan?
2) Mengapa komputer harus diberikan nama, dan namnya harus unik?
3) Bagimanakah caranya memberikan IP address terhadap komputer
tertentu dalam jaringan?
4) Apakah DHCP itu? Untuk fungsinya? Bagaimana kerjanya?
5) Bagaimanakah cara kita untuk menguji jaringan, untuk melihat
apakah komputer sudah terhubung dengan jaringan ataukah belum?
berikan contoh!
56
f. Kunci jawaban formatif 3
1) Karena hardware tersebut perlu dikonfigurasikan. Demikian juga
untuk dapat saling berkomunikasi komputer bituh protocol. Sebelum
semuanya di instal/dan dikonfigurasi jaringan belom akan berfungsi.
2) Komputer harus diberi nama supaya dapat dikenali oleh komputer lain
dalam satu groupnya (jaringan). Nama harus unik (berbeda dengan
yang lain) hal ini untuk menghindari adanya kesalahan identifikasi,
Supay tidak salah kirim, atau salah terima data dari komputer lain.
3) Ada dua cara untuk memberikan IP address. Pertama dengan cara
manual. IP addrsss dan sub net akan diisikan secara manual ke
dalam kotak dialog! Kedua dengan menggunakan DHCP. DHCP akan
memberikan IP adddress secara otomatis pada komputer yang
menggunakan TCP IP
4) DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah suatu protokol
jaringan yang berfungsi untuk mendistribusikan IP pada jaringan
secara otomatis. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana
DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat
diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP
hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address
ini berlangsung secara dinamis.
5) Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah
berjalan dengan baik, dapat menggunakan utilitas ping. Contoh: Ada
dua buah komputer yang kita set dalam jaringan. Komputer 1 kita set
dengan alamat IP 202.159.0.1 dan komputer 2 kita set dengan IP
202.159.0.2. Kita dapat melakukan test ping dalam mode DOS.
Misalkan dari komputer 1 ketik "PING 202.159.0.2". Jika respon yang
kita dapatkan adalah :
57
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Reply from 202.159.0.2: bytes=32 time<10ms TTL=32
Berarti koneksi jaringan sudah benar. Respon lain selain contoh diatas
diartikan bahwa jaringan belum bekerja dengan benar.
g. Lembar Kerja 3
Alat dan bahan :
1) Pensil/ball point ...................................................... 1 buah
2) Penghapus .............................................................. 1 buah
3) Kertas folio............................................................... secukupnya
4) Komputer (termasuk NIC) ......................................... min 2 unit
5) HUB ................................................................ 1 unit
6) Toolsheet ................................................................ 1 unit
7) Kabel UTP/STP ......................................................... secukupnya
8) Konektor RJ 45......................................................... 2 buah
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan
belajar.
3) Pastikan komputer, HUB, kabel, konektor semua kondisinya baik.
4) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
sebagainya).
5) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
6) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
58
Lembar Kerja
1) Periksa semua kabel penghubung pada komputer.dan HUB.
2) Pasanglah konektor pada kabel UTP.
3) Hubungkan antara komputer-komputer yang ada (bisa langsung antar
2 komputer atau melalui HUB). Lihat kembali kegiatan belajar 2!
4) Hidupkan masing-masing komputer (dan juga hub) dengan menekan
saklar pada komputer, jangan menghidupkan komputer dengan
memasukkan colokan ke stop kontak ketika saklar dalam keadaan on.
5) Setelah booting windows selesai berikan nama komputer secara unik
(identifikasi komputer dalam jaringan)!
6) Selanjutnya konfigurasikan NIC anda!
7) Lakukan penginstalan protocol jaringan!
8) Konfigurasikan TCP/IP anda!
9) Berikan IP Address pada komputer anda!
10) Ulangi Langkah 5-9 untuk setiap komputer yang ada pada jaringan!
11) Ujilah TCP/IP anda menggunakan instruksi ipconfig!
12) Ujilah koneksi komputer anda dengan jaringan dengan ping!
13) Cobalah lakukan komunikasi dengan komputer lain dalam satu
jaringan!
14) Jika telah selesai, matikanlah komputer dengan benar!
59
BAB III
EVALUASI
A. PERTANYAAN
1. Sebutkan jenis-jenis jaringan komputer, dan jelaskan secara singkat!
2. Apakah yang dimaksud dengan topologi jaringan? Sebutkan beberapa
macam yang sering digunakan secara luas!
3. Apakah keunggulan dan kelemahan jaringan peer to peer bila
dibandingkan dengan lainya?
4. Ada berapa layerkah protokol menurut referensi OSI? Sebutkan!
5. Jelaskan apa dan bagaimana penyambungan kabel UTP straight cable
dan crossover cable!
6. Apakah DHCP itu? Untuk fungsinya? Bagaimana kerjanya?
7. Apa yang anda ketahui tentang ipconfig? Jelaskan!
8. Tersedia tiga buah komputer (beserta NICnya), 1 buah hub, kabel
UTP dan colokan JR-45. Rancanglah sebuah sistem LAN! Gambar dan
Jelaskan hasil rancanagn anda! (topologi jaringan yang dipilih, tipe
sambungan, pengalamatan IP, dll)!
9. Implementasikan hasil rancangan anda (baik secara hardware
maupun software (konfigurasi)!
10.Ujilah jaringan yang anda buat!
B. KUNCI JAWABAN
1. Jenis-jenis jaringan komputer
a. LAN (Local Area Network), merupakan jaringan milik pribadi di
dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai
beberapa kilometer.
60
b. Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi
LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan
teknologi yang sama dengan LAN.
c. Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah
geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan
benua.
d. Internet, adalah kumpulan berbagai jaringan yang terkoneksi
secara luas di seluruh dunia.
2. Topologi jaringan adalah suatu cara menghubungkan komputer yang
satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan.
Topologi yang sering digunakan adalah: topologi bus, Token Ring, dan
Star.
3. Jaringan peer to peer bila dibandingkan dengan lainya:
Keuntungan :
a. Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas
yang dimilikinya.
b. Biaya operasional relatif lebih murah .
c. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server.
Kelemahan
a. Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit.
b. Unjuk kerja lebih rendah.
c. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user
dengan mengatur keamanan masing-masing.
d. Backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer.
4. Menurut OSI (Open System Interconnection) ada 7 layer/lapisan
protocol, yaitu: Phisic layer, Data link layer, Network layer, Transport
layer, Session layer, Presentation layer, Application layer.
61
5. Penyambungan straigt cable digunakan untuk menghubungkan
client ke HUB/Router. Penyambungannya dilakukan dengan
menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna.
Sedangkan penyambungan crossover digunakan untuk
menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan
untuk menghubungkan HUB ke HUB. Penyambungan dilakukan seperti
di bawah :
Gambar 22. Koneksi Crossover untuk Kabel UT
6. FDHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah suatu protokol
jaringan yang berfungsi untuk mendistribusikan IP pada jaringan
secara otomatis. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana
DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat
diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP
hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address
ini berlangsung secara dinamis.
7. Ipconfig adalah suatu instruksi yang digunakan untuk menguji/melihat
konfigurasi IP yang terpasang pada komputer kita. Beberapa informasi
penting akan tampil di monitor setelah kita menjalankan perintah
ipConfig pada jendela command prompt. Informasi yang ditampilkan
62
antara lain: Host Name, Primary DNS jaringan, Physical address dan
sebagainya.
8. Rancangan dibuat sesuai teori.
9. Implementasikan hasil rancangan dibuat dengan baik dan benar.
10.Pengujian jaringan dilakukan dengan benar
C. KRITERIA KELULUSAN
Aspek
Skor
(1-10)
Bobot Nilai Keterangan
Kognitif (soal no 1 s/d 7) 4
Hasil rancangan 2
Implementasi hardware software 3
Pengujian 1
Nilai Akhir
Syarat lulus nilai
minimal 70 dan
skor setiap
aspek minimal 7
Kategori kelulusan:
70 – 79 : Memenuhi kriteria mininal. Dapat bekerja dengan bimbingan.
80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
90 – 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
63
BAB IV
PENUTUP
Demikianlah modul Pemelajaran Menginstalasi Perangkat Jaringan
Lokal (Local area Network). Materi yang telah dibahas dalam modul ini
masih sangat sedikit. Hanya sebagai dasar saja bagi peserta diklat untuk
belajar lebih lanjut. Diharapkan peserta diklat memanfaatkan modul ini
sebagai motivasi untuk menguasai teknik instalasi perangkat jaringan lokal
lebih jauh, sehingga dapat menginstalasi sistem jaringan yang lebih besar
lagi.
Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas serta
evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta diklat dapat dinyatakan
lulus/ tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat melanjutkan ke modul
berikutnya sesuai dengan alur peta kududukan modul, sedangkan apabila
dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan
tidak diperkenankan mengambil modul selanjutnya.
64
DAFTAR PUSTAKA
Fahrial, Jaka, Teknik Konfigurasi LAN di Windows, , Ilmu komputer,
www.ilmukomputer.com, agustus 2004
Firewall.cx. undated publication. Unshielded Twisted Pair,
http://www.firewall.cx/cabling_utp.php, agustus 2004
Glossary-tech.com. undated publication. Cable Glossary,
http://www.glossary-tech.com/cable.htm , agustus 2004
Hutapea, Tommy PM, Pengantar Konsep dan Aplikasi TCP/IP Pada Windows
NT Server, Ilmu komputer, www.ilmukomputer.com, agustus 2004
Kerr, Robert. 1996. Wiring Tutorial for 10BaseT Unshielded Twisted Pair
NetSpec. Inc http://www.netspec.com/helpdesk/wiredoc.html,
agustus 2004
Prihanto, Harri, Membangun Jaringan Komputer: Mengenal Hard ware dan
Topologi Jaringan, Ilmu komputer, www.ilmukomputer.com, agustus
2004
Purbo Onno W., TCP/IP Standar, Desain dan Implementasi, Elek Media
Komputindo, Jakarta, 2001.
Suryadi, TCP/IP dan Internet Sebagai Jaringan Komunikasi Global, Elek
Media Komputindo, Jakarta, 1997.
Tutang, Kodarsyah, Belajar Jaringan Sendiri, Medikom, Jakarta, 2001.
wahyudi, Kelik, Pengantar Pengkabelan dan jaringan, Ilmu komputer,
www.ilmukomputer.com, agustus 2004
Yuhefizar, Tutorial Komputer dan jaringan, Ilmu komputer,
www.ilmukomputer.com, agustus 2004